Desa Wisata, Khofifah Resmikan Zona KIP di Tulungagung

ZONA KIP: Kerja sama dengan Sampoerna Indonesia, Khofifah resmikan Zona KIP Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/IST
ZONA KIP: Kerja sama dengan Sampoerna Indonesia, Khofifah resmikan Zona KIP Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/IST

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Sampoerna untuk Indonesia terus mengambil bagian dalam membantu BUMDesa di Jatim. Terbaru, yakni produk wisata kuliner dan kawasan spot foto baru yang diberi nama Zona KIP (Kreatif, Inovatif, dan Produktif) di Desa Wisata Nangkula Park, Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang diresmikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (22/5) sore.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Khofifah yang didampingi Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Kepala Divisi hubungan regional dan keberlanjutan PT HM Sampoerna Kukuh Dwi Kristianto, Yayasan Rumah Kita Sidoarjo Andrianus Muran, dan Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa.

Kepala Divisi Hubungan Regional dan Keberlanjutan PT HM Sampoerna, Kukuh Dwi Kristianto menyatakan, pihaknya akan terus mengambil bagian dalam membantu BUMDesa terutama yang memiliki unit usaha wisata. Sebab, dengan wisata perputaran ekonomi masyarakat akan bergerak dinamis terutama membangkitkan UMKM di masa pandemi.

“Desa Wisata telah menjadi sentra baru perputaran ekonomi masyarakat terutama di masa pandemi. Sudah dibuktikan bahwa dengan wisata akan ada penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan warga sekitar, serta bangkitnya UMKM yang ada di masyarakat. Untuk itu Sampoerna akan lebih intens dalam pengembangan desa wisata yang banyak diinisiasi oleh BUM Desa,” terang Kukuh.

Mengenai Zona KIP yang sudah di bangun di Desa Wisata Kendalbulur, alumnus Unair Surabaya tersebut mengaku bangga karena Nangkula Park memiliki spot foto yang menarik dan lebih variatif daripada sebelumnya. Tentu, dengan pengembangan yang intens dan inovatif masyarakat diharapkan akan selalu memiliki memori yang kuat tentang Nangkula Park.

“Setelah beberapa saat saya berkeliling Nangkula Park Tulungagung ini, saya melihat masyarakat begitu antusias di Zona KIP, bahkan hingga malam hari masyarakat masih betah duduk-duduk bersama keluarga menikmati kuliner serta musik yang disuguhkan oleh pengelola wisata. Semoga ini menjadi inspirasi desa wisata lain untuk terus berinovasi dan berkolaborasi di masa pandemi,” papar Kukuh.

Dibutuhkan Kolaborasi

KOLABORASI: Khofifah, pengembangan BUMDesa dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen. | Foto: Barometerjatim.com/IST
KOLABORASI: Khofifah, pengembangan BUMDesa dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Sementara Khofifah menyampaikan,  dalam pengembangan BUMDesa pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri, dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, media, swasta, serta akademisi.

Dalam pengembangan desa wisata ini, menurut Khofifah, Sampoerna telah memberikan support yang sangat bermanfaat dalam peningkatan kualitas dan kuantitas desa wisata Nangkula Park Tulungagung.

Terkait Zona KIP, Khofifah menginginkan area tersebut dapat digunakan oleh Pemdes Kendalbulur dan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian daerah sekitar utamanya dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Kreatifitas, inovasi dan produktifitas adalah hal yang unlimited atau tanpa batas. Sehingga akan selalu ada yang baru di setiap waktu. Akan terus ada dinamika jadi jangan pernah berhenti melakukan kreatifitas, inovasi dan jangan pernah berhenti untuk terus produktif,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Desa Wisata