Didemo Soal Korupsi, Fattah Jasin: Biar Publik yang Menilai!

PILBUP SUMENEP: Fattah Jasin, digoyang dugaan korupsi jelang maju di Pilbup Sumenep 2020. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
PILBUP SUMENEP: Fattah Jasin, digoyang dugaan korupsi jelang maju di Pilbup Sumenep 2020. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, Madura, Fattah Jasin hampir pasti maju di Pilbup Sumenep 2020 setelah mendapatkan rekomendasi dari PKB (10 kursi) dan Demokrat (7).

Namun dalam perjalanan maju di Pilbup Sumenep 2020 bersama bakal calon wakilnya, KH Mohammad Ali Fikri A Warits alias Ra Fikri, Fattah terus diusik dengan kasus korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung pada 2018.

Terbaru, Kamis (16/7/2020), sekelompok massa yang tergabung dalam Sumenep Progres menggelar aksi demonstrasi di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meminta agar dugaan keterlibatan Fattah diusut tuntas.

“Fatah Jasin telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat, dari PKB, tapi kasus korupsi yang menjerat namanya sampai detik ini belum dituntaskan sama sekali,” kata M Hapit, koordinator aksi dalam orasinya.

“Oleh karena itu, kita hari ini sebagai orang, sebagai pemuda dari Kabupaten Sumenep meminta (KPK) agar kasus ini dituntaskan,” sambungnya berapi-api.

Dalam aksinya, demonstran juga mengusung sejumlah poster, di antaranya bertuliskan: Sumenep menolak calon bupati terduga koruptor; Periksa segera Fatta Jasin; dan Tuntaskan kasus korupsi pengadaan di Tulungagung.

Dimintai Barometerjatim.com tanggapan, Fattah tak berkomentar banyak, termasuk apakah aksi ini dinilainya bermuatan politik terkait upayanya maju di Pilbup Sumenep 2020.

“Biar publik saja yang menilai, seperti apa maksud dari semua ini,” katanya. Pun saat diperlihatkan rekaman video orasi demonstran, Fattah hanya menjawab singkat, “Enggak nyambung dengan pokok demonya, he.. he..”

Kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung memang cukup menyita perhatian, lantaran menyeret mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Ketua DPRD Supriyono.

Pada 7 Agustus 2019, KPK juga menggeledah rumah pribadi Fattah di Jalan Nginden Intan Tengah, Surabaya. Sebelumnya, 2 Agustus 2019, Fattah bahkan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai kepala Badan Pembangunan Daerah (Bapedda) Jatim sebagai saksi untuk Supriyono.

AKSI: Demonstran mengusung poster terkait kasus korupsi di Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/SYAIFUL K
AKSI: Demonstran mengusung poster terkait kasus korupsi di Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/SYAIFUL K

» Baca Berita Terkait KPK, Fattah Jasin