Korupsi Tulungagung, Demo: Usut Keterlibatan Fattah Jasin!

USUT FATTAH JASIN: Demo meminta KPK mengusut keterlibatan Fattah Jasin dalam kasus korupsi. | Foto: Barometerjatim.com/SYAIFUL K
KORUPSI TULUNGAGUNG: Demo meminta KPK mengusut keterlibatan Fattah Jasin. | Foto: Barometerjatim.com/SYAIFUL K

JAKARTA, Barometerjatim.com – Penanganan kasus korupsi terkait pengadaan barang dan jasa pada 2018 di Kabupaten Tulungagung kembali disorot. Skandal yang menyeret mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Ketua DPRD Supriyono itu dinilai belum tuntas.

Kamis (16/7/2020), sekelompok massa yang tergabung dalam Sumenep Progres menggelar aksi demonstrasi di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas, terutama siapa saja yang terlibat.

“Kasus ini melibatkan banyak orang,  melibatkan pejabat lintas instansi. Tidak banyak yang dijadikan tersangka oleh KPK,” kata M Hapit, koordinator aksi dalam orasinya.

Hapit lantas mempertanyakan status Fattah Jasin yang kini menjabat kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, Madura. Sebab, pada 7 Agustus 2019, KPK sempat menggeledah rumah pribadinya di Jalan Nginden Intan Tengah, Surabaya.

Sebelumnya, 2 Agustus 2019, Fattah dalam kapasitasnya saat menjabat kepala Badan Pembangunan Daerah (Bapedda) Jatim pada 2018 juga telah diperiksa KPK sebagai saksi untuk Supriyono.

“Kalau misalkan kasus ini berhenti pada dua orang itu saja maka tidak adil. Apalagi KPK juga melakukan penggeledahan terhadap rumah Fattah Jasin dan dipanggil sebagai saksi, maka perbuatan KPK ini dipertanyakan oleh rakyat,” jelas Hapit.

Sumenep Progres pun meminta KPK segera menuntaskan kasus tersebut, termasuk keterlibatan Fattah Jasin, supaya tidak timbul kecurigaan di masyarakat. Terlebih penggeledahan KPK kala itu menyasar banyak tempat.

“Jika Fattah Jasin benar-benar korupsi maka tersangkakan. Kalau misalkan Fattah Jasin tidak terlibat, maka berikan keterangan resmi oleh KPK, bahwa penggeledahan dan pemeriksaan tidak ada keterlibatan Fattah Jasin,” ucap Hapit.

Sementara saat ditanya Barometerjatim.com terkait namanya yang disebut-sebut demonstran, Fattah yang dilantik sebagai kepala Bakorwil Pamekasan pada 13 Desember 2019 hanya memberi jawaban pendek.

“Mohon maaf saya tidak punya kapasitas untuk menjelaskan. Yang jelas saya tidak mengenal dengan tersangka yang dari Tulungagung,” katanya.

DIGOYANG DUGAAN KORUPSI: Fattah Jasin usai dilantik sebagai kepala Bakorwil Pamekasan. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
DIGOYANG DUGAAN KORUPSI: Fattah Jasin usai dilantik sebagai kepala Bakorwil Pamekasan. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

» Baca Berita Terkait KPK, Fattah Jasin