Dibuka Gus Syafiq, Rijalul Ansor Jatim Rakerwil di Trawas

RAKERWIL: Gus Syafiq, buka Rakerwil PW MDS Rijalul Ansor Jatim di Trawas, Mojokerto. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RAKERWIL: Gus Syafiq, buka Rakerwil PW MDS Rijalul Ansor Jatim di Trawas, Mojokerto. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor (RA) Jatim menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Trawas, Mojokerto, Minggu (14/3/2021).

Rakerwil dibuka Ketua PW GP Ansor Jatim, Syafiq Syauqi (Gus Syafiq) dan dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) MDS Rijalul Ansor, KH Raden Machfudz Chamid (Gus Afudz). Hadir pula Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim, Mohammad Nailur Rochman (Gus Amak).

Dalam sambutannya, Gus Syafiq yang masih keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Tambakberas, Jombang mengajak Rijalul Ansor jangan sampai menjadi organisasi “buih” yang terjebak dengan kejemudan alias statis.

“Setelah di-SK tidak ada kegiatan apa-apa, ngeluari SK sampai periodenya habis. Tapi ini sudah diantisipasi oleh pimpinan wilayah,” katanya.

Antisipasi yang dilakukan PW GP Ansor Jatim, lanjut Gus Syafiq, yakni melatih asesor pimpinan cabang (PC) se-Jatim di Malang dan saat ini masih berlangsung.

“Itu nanti akan mengukur kinerja organisasi, termasuk di dalamnya MDS RA. Jadi kalau ada PC yang MDS RA-nya tidak aktif, tidak punya kegiatan, ini nanti ketika akreditasi akan bolong nilainya,” ujar Gus Syafiq.

“Ketika nilainya kurang, bukan A atau B tapi C dan D, ini kita tidak memberi toleransi. Langsung kita kembalikan ke pimpinan pusat, mau dibekukan atau dikarteker terserah,” sambungnya.

Langkah ini penting dilakukan, karena GP Ansor merupakan organisasi kader, mereproduksi kader. “Seperti dawuhnya Gus Afudz tadi, sebelum menjadi NU (Nahdlatul Ulama) kita dilatih,” katanya.

“Ini sudah para kiai, alim alama, tapi bab organisasi perlu dilatih kedisiplinan, manut karo (patuh dengan) pimpinan, saya juga manut sama Gus Afudz dan Gus Yaqut (Yaqut Cholil Qoumas, ketua umum PP GP Ansor.”

Patuhnya kader, tandas Gus Syafiq, karena mengusung ide besar GP Ansor dengan tugas utama khidmah diniyah dan khidmah ijtimaiyah.

“Khidmah diniyah sudah ada Rijalul Ansor, dan saya kira khidmah diniyah ini harus beriringan dengan khidmah sosial (ijtimaiyah),” katanya.

Harus Patuh dengan GP Ansor

PATUHI ANSOR: KHR Machfudz Chamid, Rijalul Ansur harus patuh dengan GP Ansor. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PATUHI ANSOR: KHR Machfudz Chamid, Rijalul Ansur harus patuh dengan GP Ansor. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara Gus Afudz mengingatkan, dalam berorganisasi Rijalul Ansor wajib patuh dengan GP Ansor sesuai tingkatan, termasuk dalam menggelar acara. Tidak boleh memisahkan diri.

Hal itu ditekankan Gus Afudz, karena secara personal pengurus Rijalul Ansor dihuni para kiai muda alias gus atau lora yang memiliki pesantren dan basis massa.

“Biasanya, ini penyakitnya orang kalau sudah terhormat, punya massa banyak, sudah keramat, biasanya susah diatur. Biasanya, dan itu biasnya gus-gus,” katanya yang disambut ger-geran peserta Rakerwil.

Karena itu, kata Gus Afudz, Rijalul Ansor harus mematuhi sistem. Termasuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada di GP Ansor seperti Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) atau Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).

“Kita di Rijalul Ansor, kalau njenengan (anda) benar-benar menjadi pelaku penggerak organisasi, insyaallah nanti di rais syuriyahnya matang secara organisasi,” tuntas Gus Afudz.

» Baca Berita Terkait GP Ansor