Pasca Gus Ipul, Belum Ada Lagi Kader Jatim Ketum GP Ansor

ANSOR DI GRAHADI: Haerul Amri (kiri) bersama Gus Syafiq dan Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ANSOR DI GRAHADI: Haerul Amri (kiri) bersama Gus Syafiq dan Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pasca Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memimpin PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor selama dua periode (2000-2005 dan 2005-2010), belum ada lagi ketua umum Banom pemuda Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dari Jatim.

Setelah Gus Ipul, GP Ansor dipimpin kader kelahiran Kudus, Jateng, Nusron Wahid (periode 2011-2015) dan kini dilanjutkan Yaqut Cholil Coumas alias Gus Yaqut (periode 2016-2021) kelahiran Rembang, Jateng.

Jelang Kongres di Palembang, Sumatera Selatan, tahun depan, nama Ketua PW GP Ansor Jatim, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq muncul sebagai salah satu kandidat. Mungkinkah Gus Syafiq bisa melompat ke kursi ketua umum?

“Sangat memungkinkan. Ketika beliau memimpin ketua cabang di Tuban, dalam caatan pengurus pusat salah satu cabang yang cukup berhasil,” kata Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Mohammad Haerul Amri usai penyerahan bantuan masker ke Ansor Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/12/2020).

“Dan alhamdulillah, baliu baru beberapa bulan ini memimpin wilayah Jatim, juga kaderisasi di beberapa cabang cukup berhasil,” sambungnya.

Terlebih, Gus Yakut kemungkinan tidak akan maju lagi karena di GP Ansor ada aturan batasan umur. “Beliau beberapa kali statement memang tidak menyiapkan diri untuk itu (maju ketua umum lagi),” kata Haerul Amri.

“Karena kita dibatasi usia. Sesuai dengan PD/PRT (Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga) usia kita harus 40 tahun maksimal. Tapi kalau beliau (Gus Yakut) maju, saya kira cabang-cabang pasti akan mendukungnya,” ujarnya.

Apa tidak menyalahi PD/PRT GP Ansor? “Ya enggak menyalahi. Kalau memang sudah keputusan Kongres, kan semuanya bisa diubah,” tandas pria yang akrab disapa Aam tersebut.

Tapi Gus Yakut sudah statement enggak maju? “Kalaupun maju (karena PD/PRT bisa diubah lewat Kongres), saya kira wilayah-wilayah dan cabang-cabang akan support, karena di bawah kepemimpinan beliau Ansor cukup dinamis, maju, dan inivatif,” paparnya.

Dibahas Lewat Konbes

Sementara itu Gus Syafiq saat ditanya kesiapannya maju, menuturkan Kongres masih tahun lagi dan masih ada satu Konferensi Besar (Konbes) lagi sebelum Kongres digelar.

Di Konbes inilah akan ditentukan batasan maksimal umur kader yang maju ketua umum, apakah tetap 40 tahun atau ada perubahan, begitu pula dengan peraturan lainnya.

Jika dalam Konbes diputuskan tetap 40 tahun batasan usia, lanjut Gus Syafiq, maka stok kader akan terbatas. Tapi kalau diputuskan batasan usia maksimal 45 tahun, maka stok kader yang akan mencalonkan sangat banyak.

“Sekarang masih di pisisi 40 tahun. Jadi menunggu Konbes berikutnya, bagaimana keputusan Konbes ke depan. Kuncinya di situ (hasil Konbes),” katanya.

Apakah Gus Syafiq siap maju jika didorong cabang-cabang? Menurutnya, dari sekian banyak cabang se-Indonesia tentu banyak kader yang mampu.

“Apalagi ini urusannya nasional ya, harusnya domisili di Jakarta lah, kita ini orang ndeso,” ucapnya merendah.

» Baca Berita Terkait GP Ansor