Masuk Bursa Ketum GP Ansor, Gus Syafiq: Kuncinya di Konbes!

PERBINCANGAN KHUSUS: Gus Syafiq berbincang khusus dengan Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PERBINCANGAN KHUSUS: Gus Syafiq berbincang khusus dengan Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski Kongres Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor baru digelar tahun depan di Palembang, Sumatera Selata, sejumlah kandidat ketua umum sudah bermunculan.

Terlebih Yaqut Cholil Coumas alias Gus Yaqut, ketua umum saat ini (2016-2021) yang terpilih lewat Kongres XV GP Ansor di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, 27 November 2015 memasuki usia 45 tahun.

Sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) GP Ansor, batasan maksimal usia kader yang maju ketua umum yakni 40 tahun.

Di antara nama yang muncul sebagai kandidat yakni Ketua PW GP Ansor Jatim, Syafiq Sayuqi. Siapkah pria yang akrab disapa Gus Syafiq itu jiga didorong cabang-cabang untuk maju?

“Kongres masih lama, satu tahun lagi, dan tentunya akan ada Konbes (Konferensi Besar) satu kali lagi,” katanya usai Ansor Jatim menerima bantuan masker dari Ansor pusat hasil kerja sama dengan Aice Group di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/12/2020).

Menurut Gus Syafiq, Konbes akan menentukan batasan maksimal umur kader yang maju ketua umum apakah tetap 40 tahun atau ada perubahan, begitu pula dengan peraturan lainnya.

“Kita tunggu saja babak Konbes sekali lagi, baru kemudian Kongres di Palembang,” tutur Gus Syafiq yang pernah menjabat Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tuban.

Jika dalam Konbes diputuskan tetap 40 tahun batasan usia, lanjut Gus Syafiq, maka stok kader akan terbatas. Tapi kalau diputuskan batasan usia maksimal 45 tahun, maka stok kader yang akan mencalonkan sangat banyak.

“Sekarang masih di pisisi 40 tahun. Jadi menunggu Konbes berikutnya, bagaimana keputusan Konbes ke depan. Kuncinya di situ (hasil Konbes),” tandasnya.

Jadi, siapkah kalau Gus Syafiq didorong cabang-cabang maju ketua umum? “Dari sekian banyak cabang se-Indonesia tentunya banyak kader Ansor yang mampu. Apalagi ini urusannya nasional ya, harusnya domisili di Jakarta lah, kita ini orang ndeso,” ucapnya merendah.

Kalau persoalannya domisili kan tinggal pindah ke Jakarta? Gus Syafiq enggan menjawab dan hanya tertawa ringan. “He.. he..,” tawa kiai muda yang masih keluarga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang itu, sambil berlalu mengakhiri wawancara.

» Baca Berita Terkait GP Ansor