Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Buktikan Ucapan Muhdlor, Pemuda Muhammadiyah Cek Fakta soal Bungker Senjata di Masjid

Berita Terkait

TAK ADA BUNGKER SENJATA: Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo mengecek salah satu masjid di Kecamatan Sedati. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TAK ADA BUNGKER SENJATA: Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo mengecek salah satu masjid di Sedati. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Pernyataan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali soal 15 kecamatan terpapar radikalisme dan ada bungker senjata di masjid di Kecamatan Sedati membuat sejumlah takmir gusar dan cemas.

Tak ingin pernyataan tersebut menjadi ‘bola liar’, Pimpinan Daerah Kokam (PDPM) Sidoarjo turun langsung untuk mengecek kebenaran pernyataan Muhdlor.

Jumat (18/2/2022), sejumlah pengurus PDPM Sidoarjo Sidoarjo dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muhammadiyah (Kokam) mendatangi sejumlah masjid di Sedati.

Salah satunya yakni Masjid Nurul Falah di Desa Semampir. Di masjid tersebut, pengurus PDPM Sidoarjo diterima Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Sedati, Arifin Haryanto.

“Semua masjid Muhammadiyah di Sedati kami pastikan aman, setiap aktivitasnya terpantau dan tidak ada bungkernya,” tutur Arifin, sembari menjelaskan di Sedati terdapat lima masjid di bawah pengelolaan Muhammadiyah.

Dengan munculnya isu radikalisme di 15 kecamatan, terutama soal bungker senjata di Sedati, Arifin mengaku harus ekstra hati-hati. Sebab, masjid Muhammadiyah terbuka untuk siapa saja yang ingin melaksanakan ibadah.

“Kalau isunya begitu kan kita jadi harus semakin hati-hati dan penjagaannya diperketat. Kalau masalah kotak amal yang dibobol sih biasa, mungkin ada yang butuh. Tapi kalau tiba-tiba ada yang menuduh masjid tempat berkembangnya radikalisme kan jadi saling curiga,” ucapnya.

Selain masjid Nurul Falah, pengurus PDPM Sidoarjo juga mengunjungi Masjid Al Islam di Desa Banjar Kemuning. Ketua Takmir Masjid Al Islam, Ahmad Mustofa menegaskan, masjidnya dibangun atas semangat iman dan takwa. Tidak ada aktivitas apapun di masjid tersebut yang bertentangan dengan semangat nasionalisme dan menentang hukum yang berlaku.

“Di sini hanya digunakan untuk shalat jamaah dan pengajian-pengajian rutin. Dalam satu bulan, kita melaksanakan delapan kali pengajian. Empat kali pengajian tafsir Al Qur’an, dua kali kajian fiqih, dan dua kali pengajian hadits,” terangnya.

Mustofa menandaskan, sebagai pemimpin, Muhdlor seharusnya tabayyun terlebih dahulu sebelum menuduh ada bungker senjata di masjid. Sebab itu akan membuat pengurus takmir saling mencurigai satu sama lain.

Tak Akan Dibiarkan

SISIR MASJID: Adit Hananta Utama (kiri), minta Muhdlor tunjukkan kebenaran soal bungker senjata. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SISIR MASJID: Adit Hananta Utama (kiri), minta Muhdlor tunjukkan kebenaran soal bungker senjata. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Sementara itu Ketua PDPM Sidoarjo, Adit Hananta Utama menegaskan, pihaknya serius ingin memastikan kondisi masjid-masjid di Sedati, khususnya di bawah pengelolaan Muhammadiyah. Karena itu, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sedati diminta untuk menjaga masjid-masjid Muhammadiyah bersama Kokam.

“Hari ini kita sudah mendatangi tiga masjid, yakni Masjid Al Amin di Desa Sedati Agung, Masjid Nurul Falah di Desa Semampir,  dan Masjid Al Islam di Desa Banjar Kemuning,” katanya.

Adit juga berharap Muhdlor segera menunjukkan kebenaran soal bungker senjata di masjid. Hal itu untuk menghindari fitnah maupun stigmatisasi terhadap Islam.

“Kalau ada masjid yang menyimpan senjata seharusnya polisi sudah melakukan tindakan, karena itu jelas melanggar hukum yang berlaku,” ujarnya.

Fitnah terhadap Islam, lanjut Adit, tidak akan dibiarkan oleh Pemuda Muhammadiyah. “Saya yakin, teman-teman dari ormas maupun organisasi kepemudaan berbasis Islam juga akan tersinggung, jika Islam atau masjid dituduh sebagai basis penyebaran paham radikalisme,” ujarnya.

Sebelumnya, viral video Muhdlor yang menyebut ada 15 kecamatan di Sidoarjo yang terafiliasi paham radikalisme atau dimasuki paham radikal. Hal itu dikatakannya saat memberikan pidato pada pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonoayu, Minggu (6/2/2022).

Dalam video yang diunggah kanal YouTube TV9 official, Muhdlor juga menyebut salah satu masjid di Kecamatan Sedati di bawahnya menjadi tempat penyimpanan senjata atau bunker.

“Datanya akurat. Bahkan ada perumahan X dan ada bangunan masjid, di bawahnya ada bunker untuk penyimpanan senjata,” kata Muhdlor dalam video.

» Baca berita terkait Radikalisme. Baca juga tulisan terukur lainnya Radit Delta.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -