Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Surabaya Tawarkan Jadi Tuan Rumah 1 Abad NU, Eri Cahyadi: Kami Ingin Dapat Berkah Kiai!

Berita Terkait

SEABAD NU: Eri Cahyadi menyalami Gus Yahya, Surabaya siap jadi tuan rumah seabad NU. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SEABAD NU: Eri Cahyadi menyalami Gus Yahya, Surabaya siap jadi tuan rumah seabad NU. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berharap Kota Pahlawan bisa menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) alias satu abad NU tahun depan atau 16 Rajab 1444 kalender hijriyah.

Harapan itu disampaikan Eri di sela acara Napak Tilas Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), gedung yang punya makna sejarah penting bagi NU, Kamis (17/2/2022).

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf, Bendahara PBNU Mardani Maming, Ketua PBNU Alissa Wahid, dan jajaran pengurus PBNU lainnya serta Ketua PCNU Surabaya, KH Ahmad Muhibbin Zuhri.

Nyuwun duko (mohon maaf), bila diperkenankan, Surabaya dan seluruh warga Surabaya siap menjadi tuan rumah pada puncak peringatan Harlah ke-100 NU atau satu abad NU pada tahun mendatang,” ujar Eri disambut aplaus hadirin.

“Kami ingin Surabaya dan warga Surabaya mendapat barokah dari para kiai, dari Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Sekadar informasi, NU didirikan para ulama di bawah kepemimpinan Hadrastussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 di Surabaya. Pada 22 Oktober 1945, terjadi peristiwa super bersejarah kala “Resolusi Jihad” dicetuskan Kiai Hasyim di Surabaya, tepatnya di HBNO. Dari sana semakin berkobar semangat nasionalisme melawan penjajah.

“Sebagai arek Suroboyo, kami sangat bangga karena kota ini memiliki keterkaitan yang erat dengan NU. NU dan Surabaya itu satu bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Selain siap menjadi tuan rumah peringatan seabad NU, Eri juga meminta izin untuk menjadikan HBNO yang kini menjadi kantor PCNU Surabaya sebagai museum yang berisikan sejarah perkembangan NU, termasuk di dalamnya penerapan teknologi dalam berbagai syiar NU.

“Sehingga anak-anak muda tahu bahwa sejak awal NU telah berada di garda depan untuk merebut kemerdekaan, dan kini di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf selalu konsisten memberdayakan umat dan menjaga NKRI,” ujarnya.

Eri mengaku bangga dengan visi kepemimpinan Kiai Miftach-Gus Yahya yang kini sangat getol melakukan pemberdayaan umat dan memacu digitalisasi di setiap sendi kehidupan Nahdliyin.

“Menyongsong 100 tahun NU, kita kini menyaksikan betapa pesatnya perkembangan NU. Anak-anak muda NU tidak hanya cakap ilmu agama, tidak hanya menguasai kitab kuning, tidak hanya ahli wirid, tidak hanya pro NKRI, tetapi juga aktif berwirausaha, berkegiatan sosial, dan menguasai teknologi informasi,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Nahdlatul Ulama. Baca juga tulisan terukur lainnyaMoch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -