Bukan Khofifah! Warga Jatim Lebih Pilih Ganjar dan Prabowo

SURVEI CAPRES 2024: Warga Jatim memilih Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto ketimbang KHofifah. | Grafis: The Republic Institute
SURVEI CAPRES 2024: Warga Jatim memilih Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto ketimbang KHofifah. | Grafis: The Republic Institute

SURABAYA, Barometerjatim.com – Warga Jawa Timur ternyata lebih memilih Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 ketimbang Gubernurnya sendiri, Khofifah Indar Parawansa. Kenapa ya?

Dari hasil survei The Republic Institute yang dirilis secara virtual di Surabaya, Minggu (10/10/2021), Ganjar yang saat ini menjabat gubernur Jawa Tengah menjadi pilihan teratas warga Jatim (31,4%).

Disusul Menteri Pertahanan, Prabowo (23,0%); Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (12,3%), Menko Bidang Perekonomian/Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (4,5%); dan Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (3,3%).

“Tampak bahwa Ganjar sangat mendominasi dari sisi elektabilitas. Hal ini terjadi karena Ganjar diidentifikasi oleh masyarakat Jatim adalah sosok yang memiliki kepribadian dan jiwa kepemimpinan seperti Jokowi, dan masyarakat Jawa Timur sampai sekarang masih sangat mengidolakan Jokowi,” kata Direktur The Republic Institute, Sufyanto.

Alasan lain elektabilitas Ganjar tinggi, lanjutnya, karena sering muncul di media sosial, terutama televisi dan platform Youtube, baik saat berkunjung ke lapangan maupun menyelesaikan masalah-masalah yang ditemukan di lapangan.

“Tingginya suara Ganjar juga disebabkan karena orangnya low profile, sehingga ketika turun di masyarakat sering langsung masuk warung dan ikut makan bersama-sama dengan masyarakat lain yang ada di warung, dan itu tidak ditemukan pada calon presiden yang lain,” paparnya.

Prabowo? Menurut Sufyanto, elektabilitas menteri yang juga Ketum Partai Gerindra itu masih di bawah Ganjar karena 2,5 tahun terakhir sebagai menteri dirasa belum menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.

“Termasuk Prabowo jarang turun ke masyarakat untuk menyapa, dan termasuk pula gebrakan terkait kebijakan yang prorakyat di masyarakat juga tidak ada,” nilai peneliti yang juga dosen politik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tersebut.

Dilihat dari sebaran pilihannya terhadap para calon kandidat presiden, lanjut Sufyanto, tampak sangat kuat di partai politiknya masing-masing, walaupun tetap belum utuh secara mayoritas atas pilihan pemilihnya.

Ganjar didukung pemilih PDIP (52,5%), pemilih NU (31%), dan pemilih Muhammadiyah (40%). Prabowo didukung pemilih Gerindra (47%), pemilih NU (23%), dan pemilih Muhammadiyah (21%). Anies didukung pemilih PAN (25%), pemilih NU (11%), dan Muhammadiyah (18%).

Lalu Airlangga didukung pemilih Golkar (21%), pemilih NU (3%), dan pemilih Muhammadiyah (7%). Sedangkan AHY didukung pemilih Demokrat (27%), pemilih NU (4%), dan pemilih Muhammadiyah (5%).

Bagaimana dengan Khofifah? Meski responden dari survei ini adalah warga Jatim, ternyata Khofifah yang juga Ketum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tak masuk lima besar dengan tingkat keterpilihan hanya 3,2%.

Disusul Mensos Tri Rismaharini (2,9%), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (2,2), Gubernur Jabar Ridwan Kamil (1,9%), dan Sandiaga Uno (1,5%). Sedangkan elektabilitas tokoh lainnya masih nol koma.

Survei The Republic Institute dilakukan pada 1 hingga 13 September 2021. Jumlah responden sebanyak 1.225, tersebar di 38 kabupaten dan kota di seluruh Jatim dengan margin of error 2,8%.

» Baca Berita Terkait Pilgub Jatim