Survei: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilgub Jatim 2024!

HASIL SURVEI: Elektabilitas Mensos Tri Rismaharini membuntuti GUbernur Khofifah Indar Parawansa di bursa Cagub Jatim 2024. | Foto: IST
HASIL SURVEI: Elektabilitas Mensos Tri Rismaharini membuntuti GUbernur Khofifah Indar Parawansa di bursa Cagub Jatim 2024. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bukan Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak atau Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menjadi ancaman bagi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024. Catat! Tapi Menteri Sosial, Tri Rismaharini alias Risma.

Hal itu tergambar dari hasil survei The Republic Institute yang dirilis secara virtual di Surabaya, Minggu (10/10/2021). Survei dilakukan pada 1 hingga 13 September 2021 dengan 1.225 responden yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di seluruh Jatim.

Dalam survei, elektabilitas Khofifah memang masih berada di posisi teratas dengan 38,1% tapi terus dibuntuti Risma yang dipilih 23,9% responden. Lalu secara berurutan menyusul di bawahnya yakni Gus Ipul (11,8%), dan Emil Dardak (6%).

Direktur The Republic Institute, Sufyanto menjelaskan, elektabilitas Khofifah teratas karena saat ini masih menjabat gubernur. Selain itu ditopang gerakan kader Muslimat NU yang masif dan tetap mengingatkan ke masyarakat untuk mendukung dan membantu program-program Khofifah.

“Sedangkan suara yang tinggi dari Risma karena seorang menteri, memiliki sifat yang tegas dan selalu membela kaum kecil, termasuk Risma yang terus muncul di media sosial (medsos),” kata Sufyanto.

Terkait sikap Risma yang sering marah-marah, sebagian masyarakat menganggap itu adalah bentuk dari sikap tegas dalam melihat ketidaknormalan pada pelaksanaan bantuan sosial oleh aparat pemerintah, tetapi bukan sifat negatif dari Risma.

“Untuk Gus Ipul, lebih karena seorang wali kota dan mantan wakil gubernur. Sedangkan Emil, di samping sebagai wakil gubernur juga peran popularitas istrinya (Arumi Bachsin) sebagai artis cukup membantu dalam peningkatan elektabilitasnya,” paparnya.

Dosen politik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu menambahkan, hasil survei lembaganya bila dilihat dari sebaran elektabilitas bagi kandidat yang menempati dua teratas dapat dibaca pada dukungan Ormas dan dari pemilih partai politiknya.

Khofifah, papar Sufyanto, dipilih oleh masyarakat sebagai jamaah NU (40%), Muhammadiyah 35%, Ormas Islam lain (33,3%), ormas di bawah gereja (15,7%), di bawah naungan Hindu (15,2%), di bawah naungan Budha (14,3%).

“Sementara itu dilihat dari pilihan partai politik: Golkar (47%), PKB (47,9%), Demokrat (40,9%), PDIP (27,5%), Nasdem (43%), PAN (45%), dan PPP (51%),” jelasnya.

Bagaimana dengan Risma? Menurut Sufyanto, mantan wali kota Surabaya itu dipilih masyarakat sebagai jamaah NU (23%), Muhammadiyah 55%, Ormas Islam lain (30%), ormas di bawah gereja (30%), di bawah naungan Hindu (33%), dan di bawah naungan Budha (71%).

Sedangkan dilihat dari pilihan partai politik: Golkar (20,5%) PKB (15%), Demokrat (18%), PDIP (40,5%), Nasdem (27,5%), PAN (65%), dan PPP (51%).

Nama lain yang muncul sebagai kandidat? Hasil survei mencatat rata-rata persentasenya masih nol koma. Mereka di antaranya Menteri Desa PDTT/Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar dan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

» Baca Berita Terkait Pilgub Jatim