Basmi Corona di Jatim, Jokowi: Kendalikan Dulu Surabaya Raya!

JADI ATENSI JOKOWI: Surabaya Raya penyumbang kasus positif Covid-19 terbesar di Jatim. | Sumber Grafis: Gugus Tugas Jatim
JADI ATENSI JOKOWI: Surabaya Raya penyumbang kasus positif Covid-19 terbesar di Jatim. | Sumber Grafis: Gugus Tugas Jatim

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mengatasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Jatim, selain membutuhkan sinergi semua lini juga perlu skala prioritas daerah mana yang terlebih dahulu dikendalikan.

Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (26/6/2020).

Saya melihat, memang paling tinggi adalah di Surabaya Raya. Ini adalah wilayah aglomerasi yang harus dijaga terlebih dahulu, dikendalikan terlebih dahulu,” pintanya.

“Enggak bisa Surabaya sendiri, nggak bisa. Gresik harus dalam satu manajemen, Sidoarjo dalam satu manajemen, dan kota/kabupaten yang lain,” sambungnya.

Mengapa demikian? Menurut Jokowi, arus mobilitas yang keluar masuk bukan hanya Surabaya, tetapi dari daerah juga ikut berpengaruh terhadap naik dan turunnya angka penyebaran Covid-19.

Merujuk data Gugus Tugas Covid-19 Jatim, dari 10.532 kasus positif di Jatim per Kamis (25/6/2020), sumbangan terbesar memang masih dari Surabaya Raya.

Dari positif baru sebanyak 333 kasus, Surabaya bertambah 195, Sidoarjo 47, dan Gresik 28. Sedangkan sembuh baru sebanyak 193 (terbanyak Surabaya, 130) dan meninggal baru 32 (terbanyak Surabaya, 13).

“Saya titip agar koordinasi antarmanajemen tadi betul-betul dilakukan,” ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu mewanti-wanti.

Jokowi bahkan meminta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II, Marsdya TNI Imran Baidirus untuk membantu secara penuh terutama dalam menyinergikan dan menangani langsung rumah sakit (RS) darurat, serta menyinergikan dengan RS rujukan.

“Dipilahkan mana yang berat, mana yang ringan, penempatannya di RS yang mana. Sehingga semuanya tidak masuk pada satu titik, dipisah-pisahkan, dan tidak menumpuk pasien di satu RS sementara yang lain masih banyak yang kosong,” paparnya.

Selain itu, Jokowi minta agar tokoh agama dan tokoh masyarakat dilibatkan untuk menyosialisasikan protokol kesehatan. “Pentingnya memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, terus diulang-ulang,” katanya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona