Atasi Krisis Efek Corona, Jokowi: Gas dan Rem Harus Pas Betul!

GAS DAN REM: Jokowi, seimbangkan gas dan rem dalam atasi krisis kesehatan dan ekonomi. | Foto: IST
GAS DAN REM: Jokowi, seimbangkan gas dan rem dalam atasi krisis kesehatan dan ekonomi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pandemi Corona (Covid-19) tak hanya mengakibatkan krisis kesehatan tapi juga krisis ekonomi.

Presiden pun meminta para gubernur, bupati dan wali kita, agar dalam mengelola manajemen krisis betul-betul menyeimbangkan antara “gas” dan “rem”.

“Tidak bisa kita gas di urusan ekonomi, tetapi kesehatannya menjadi terabaikan. Tidak bisa juga kita konsentrasi penuh di urusan kesehatan, tetapi ekonominya menjadi sangat terganggu,” katanya saat memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (26/6/2020).

“Gas dan rem inilah yang selalu saya sampaikan kepada gubernur, bupati, wali kota ini harus pas betul. Ada balance, ada keseimbangan, sehingga semuanya dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Inilah sulitnya saat ini,” sambungnya.

Karena itu, Jokowi mengingatkan kepada semuanya agar memiliki perasaan yang sama, bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan sekaligus ekonomi.

“Perasaannya harus sama. Jangan sampai ada yang masih memiliki perasaan kita normal-normal saja, berbahaya sekali,” katanya.

“Sehingga kita juga mengajak masyarakat, agar memiliki perasaan yang sama bahwa kita masih memiliki sebuah masalah, yaitu urusan Covid-19 ini,” sambungnya.

Jangan sampai, tandas Jokowi, ada masyarakat yang memiliki perasaan normal-normal saja. Kemana-mana tidak pakai masker, lupa cuci tangan sehabis kegiatan, serta masih berkerumun di dalam kerumunan yang tidak perlu.

Ini yang harus terus kita ingatkan. Terlebih krisis kesehatan dan ekonomi tak hanya dialami Indonesia, tapi 215 negara mengalami hal yang sama.

“Sekali lagi, saya minta memiliki perasaan yang sama, bahwa kita mengalami krisis kesehatan ditambah ekonomi,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona