Senin, 24 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Warga Surabaya Terpapar Omicron, Kadinkes Jatim: Sudah 2 Kali Vaksin!

Berita Terkait

TAK JAMINAN: Erwin Astha Triyonno, dua kali vaksin masih bisa terjangkit Covid-19 varian Omicron. | Foto: Barometerjatim/IST
TAK JAMINAN: Erwin Astha Triyonno, dua kali vaksin masih bisa terjangkit Covid-19 varian Omicron. | Foto: Barometerjatim/ARLANA
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dua kali vaksin (vaksin lengkap) rupanya bukan jaminan bakal kebal dari Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529). Hal itu dialami warga Surabaya berinisial TYC yang terjangkit Omicron usai lima hari liburan di Bali, 20-25 Desember 2021.

“Sudah, dua kali,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim di Surabaya, dr Erwin Astha Triyonno memastikan kalau TYC sudah vaksin lengkap, saat memberi keterangan pada wartawan di Surabaya, Senin (3/1/2022).

Artinya orang yang sudah divaksin lengkap masih bisa terpapar Omicron? “Bisa!” tegas Erwin. Setelah terpapar pun bisa sakit. “Tapi sementara dari informasi yang kita dapat, tidak sampai berat,” jelasnya.

Sehingga, kata Erwin, vaksin tetap menjadi kunci terbaik. Namun dia mengingatkan, tidak hanya vaksin, protokol kesehatan (prokes) tetap harus diterapkan secara ketat.

“Supaya dia mungkin tidak sakit berat, tapi bisa menjadi carrier untuk orang sekitarnya yang tidak atau belum tervaksin,” terangnya.

Terkait terpaparnya TYC, ungkap Erwin, diketahui usai PCR-nya diperiksakan pada 28 Desember 2021. Begitu hasilnya positif, kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan SGTF (S Gene Target Failure ) dan WGS (Whole Genome Sequencing).

“Dengan begitu lengkap regulasi yang diberikan oleh pusat dan kita bisa terapkan maksimal di layanan, sehingga kita berhasil ‘menemukan’ dan itu cara terbaik untuk mencegah jangan sampai terjadi penularan lebih luas lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta warganya tidak panik sembari meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat prokes setelah masuknya Omicorn ke Jatim.

“Kita tidak boleh panik, tapi yang terpenting harus waspada dengan cara memperketat protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan, serta percepat vaksinasi,” katanya.

“Waspada penting, tapi jangan perkembangan ini membuat kita panik. Sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien yang sudah mendapatkan vaksin,” tandasnya.

» Baca berita terkait Omicron. Baca juga tulisan terukur lainnya Arlana CW.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -