Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tak Terelakkan! Omicron Masuk Jatim, Apa Langkah Khofifah?

Berita Terkait

| Ilustrasi: The Guardian
| Ilustrasi: The Guardian
- Advertisement -

PASURUAN, Barometerjatim.com – Covid-19 varian Omicron (SARS-CoV-2 B.1.1.529) masuk Jatim. Ini setelah Kepala Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Maria Inge Lusida mengungkap seorang warga Surabaya menjadi pasien pertama yang terjangkit usai berlibur ke Bali.

Lantas, apa langkah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa? Di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Pasuruan, Minggu (2/1/2021), gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu meminta warga Jatim tidak panik sembari meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat protokol kesehatan.

“Kita tidak boleh panik, tapi yang terpenting harus waspada dengan cara memperketat protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan serta percepat vaksinasi,” katanya.

Terdeteksinya varian Omicron di Jatim, lanjut Khofifah, tak bisa terelakkan. Ini karena salah satu karakter varian tersebut penularannya sangat cepat.

“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga, agar varian Omicron tidak meluas di Jatim dan jangan sampai terjadi penularan lokal. Saya juga langsung koordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Kepala BNPB serta Menkes,” katanya.

Khofifah juga meminta semua pihak untuk menjaga kondisi supaya situasi di Jatim tetap baik dan terkendali. Yakni dengan mempertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah, tingkat penularan juga terus diawasi agar bertahan di bawah angka satu persen, serta jangan sampai terjadi lonjakan kasus.

“Waspada penting, tapi jangan perkembangan ini membuat kita panik. Sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien yang sudah mendapatkan vaksin,” tandasnya.

Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan Omicron, mengingat vaksinasi sebagai salah satu intervensi dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Oleh sebab itu saya meminta semua warga Jatim yang belum mendapatkan dua kali vaksin, apalagi yang sama sekali belum divaksin, segeralah mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin,” imbuhnya.

Data Pemprov Jatim mencatat, kasus Covid-19 aktif di Jatim per 1 Januari 2022 sebanyak 98 orang dari total 400.081 dengan jumlah meninggal 29.746 orang dan sembuh 370.237.

Sedangkan capaian vaksinasi, dosis pertama sebanyak 78.59 persen dan dosis kedua  56.98 persen, serta vaksin lansia tercapai 63,31 persen.

» Baca berita terkait Covid-19. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -