Ventilator Langka dan Mahal, Jatim Baru Dapat Donasi 85 Unit

VENTILATOR: Suban Wahyudiono terima bantuan dari PT BSI, termasuk dua unit ventilator. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
VENTILATOR: Suban Wahyudiono terima bantuan dari PT BSI, termasuk dua unit ventilator. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono berterima kasih sekali saat menerima bantuan dua unit ventilator dari PT Bumi Suksesindo (BSI) — pengelola tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi.

Terlebih, sejak pandemi Covid-19, ventilator berubah menjadi barang langka dan mahal. Dalam situasi normal satu unit harganya di kisaran Rp 100-150 juta, tapi saat pandemi bisa berlipat-lipat.

“Memang selama ini ventilator itu yang membantu baru 83 unit, dan ini ada tambahan dua berarti (menjadi) 85 unit,” ujarnya saat menerima bantuan dari PT BSI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/7/2020) sore.

Di Jatim, lanjut Suban, terdapat 99 rumah sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 dan 66 RS non rujukan. RS-RS tersebut perlu bantuan terutama mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) dan ventilator.

“Tapi ventilator sekarang ini jadi barang mahal. Mungkin (PT BSI) pesannya sudah 4 atau 5 bulan yang lalu, ini baru dapat,” kata Suban yang juga Koordinator Rumpun Gugus Tugas Logistik Covid-19 Jatim.

“Ada uangnya belum tentu bisa beli ventilator, adapun mungkin harganya bisa berlipat-lipat. Ini soal ventilator menjadi barang mahal untuk di peralatan medis. Jadi saya sangat berterima kasih,” ucapnya.

Dari 99 rujukan yang ada, berapa ventilator yang dibutuhkan? “Wah, kita soal medis ini kan ngukurnya dari (jumlah) pasien, kan tidak sama. Tapi soal APD (Alat Pelindung Diri) kita juga sudah titipkan di BPBD kabupaten/kota,” katanya.

Menurut Suban, dengan dititipkan di kabupaten/kota akan lebih mudah jika sewaktu-waktu di daerah tersebut membutuhkan APD, kecuali ventilator.

“Ventilator ini kan kita membaginya dengan tim kuratif, ada dokter Joni (Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi), sehingga dia tahu (RS) ini yang harus ada ventilatornya,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona