Tertinggi di Jawa! Pasien Sembuh Corona di Jatim 25,56%

LAWAN CORONA: Duet Khofifah-Emil Dardak, kerja keras melawan wabah Corona di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LAWAN CORONA: Duet Khofifah-Emil Dardak, kerja keras melawan wabah Corona di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Per Kamis, 9 April 2020, warga Jatim yang terjangkit Corona mencapai 223 orang. Dari jumlah itu, mereka yang terkonversi negatif alias sembuh tercatat 57 pasien (25,56%), dirawat 149 (66.82%) dan meninggal dunia 17 (7.62%).

Alhamdulillah, setiap hari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh selalu bertambah. Kemarin (Rabu) tambah empat orang, hari ini (Kamis) tambah lagi 11 orang. Sehingga sampai saat ini sudah ada 57 orang yang sembuh,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Kembali kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, tenaga medik, para medik sampai dengan sanetarian yang sudah memberikan layanan terbaiknya, dedikasinya, profesionalitasnya, komitmennya yang luar biasa,” sambungnya.

Terus meningkatnya jumlah pasien sembuh tersebut, lanjut Khofifah, berarti harapan untuk sembuh pun semakin meningkat.

Meskipun, tetap ada angka kematian, namun pergerakan yang signifikan dari kumulatif angka sembuh ini memberikan optimisme bagi Jatim, maupun Indonesia umumnya.

“Di Pulau Jawa, rasio sembuh paling tinggi secara persentatif adalah Provinsi Jatim,” tegas gubernur yang mantan menteri sosial itu.

Kendati tingkat kesembuhan di Jatim tinggi, Khofifah tetap meminta masyarakat tetap disiplin dan mematuhi physical distancing, serta meningkatkan kewaspadaan dengan memaksimalkan langkah pencegahan.

Di antaranya mengkonsumsi makanan sehat bergizi, berolahraga, tidak keluar rumah kecuali urgen, pola hidup bersih dan sehat, serta rutin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

“Tetap jangan anggap sepele penyebaran Covid-19. Maka itu, mari kita lebih meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Di sisi lain, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga terus bertambah menjadi 1.260. Rinciannya, 831 pasien dalam pengawasan (65.95%), selesai pengawasan 362 (28,73%) dan meninggal dunia 67 (5,32%).

Lalu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 13.006. Rinciannya belum dipantau 0 (0,00%), dipantau 8.399 (64.58%), selesai dipantau 4.591 (35,30%) dan meninggal dunia 16 (0,12%).

» Baca Berita Terkait Wabah Corona