3 Lagi Wilayah Terjangkit, Jatim Kian Merah karena Corona!

MERAH KARENA CORONA: 28 kabupaten/kota di Jatim terjangkit Corona, 223 orang dinyatakan positif. | GRAFIS: Pemprov Jatim
MERAH KARENA CORONA: 28 kabupaten/kota di Jatim terjangkit Corona, 223 orang dinyatakan positif. | Grafis: Pemprov Jatim

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wilayah terjangkit virus Corona (Covid-19) di Jatim kian meluas. Dari sebelumya 25 kabupaten/kota, kini menjadi 28 setelah ada tiga wilayah menyusul masuk zona merah.

“Kemarin yang masuk pada daerah terjangkit ada 25 kabupaten/kota. Hari ini tambah lagi, ada Pacitan, Bojonegoro dan Bangkalan,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (9/4/2020) malam.

Tambahan tiga wilayah terjangkit ini, seiring dengan bertambahnya 27 pasien positif Corona atau total kini menjadi 223 orang. Dari jumlah itu, mereka yang sembuh 57 orang (25,56 persen), dirawat 149 (66.82 persen) dan meninggal dunia 17 (7,62 persen).

Sedangkan wilayah penyebaran, 27 positif Corona berada di Batu (1 orang), Lumajang (2), Gresik (3), Bangkalan (1), Nganjuk (1), Tulungagung (2), Sidoarjo (2), Jombang (1), Ponorogo (2), Kota Kediri(1), Surabaya (9), Pacitan (1) dan Bojonegoro (1).

Jika ditotal, 223 positif Corona di Jatim tersebar di Surabaya (93), Kabupaten Malang (10), Kota Malang (8), Batu (2), Magetan (9), Sidoarjo (20), Kabupaten Kediri (7), Kota Kediri (2) dan Gresik (8), Kabupaten Blitar (1), Kota Blitar(1) dan Lumajang (5).

Lalu Jember (2), Situbondo (8), Bondowoso (1), Banyuwangi (1), Pamekasan (2), Tulungagung (7), Jombang (3), Nganjuk (8), Kabupaten Madiun (1), Ponorogo (5), Trenggalek (1), Lamongan (13), Bangkalan (1), Pacitan (1), Bojonegoro (1) dan Tuban (2).

Melihat Jatim yang semakin merah karena wabah Corona, Khofifah tak henti-hentinya mengajak masyarakat agar melipatgandakan kewaspadan dan kesiapsiagaan untuk tetap tinggal di rumah.

“Hanya yang penting sekali, urgen, apakah berkaitan dengan logistik, kesehatan ataukah berkaitan dengan perekonomian dan perdagangan,” ujar mantan menteri sosial tersebut.

“Pastikan ketika keluar rumah, karena petanya sudah seperti itu, mereka menggunakan masker dan pastikan masker yang digunakan dari kain yang bisa dicuci dan bisa dipakai kembali,” sambungnya.

Khofifah menekankan, waspda akan menjadikan masyarakat semain hati-hati, bukan panik. “Bukan kewaspadaan yang menjadikan kita akhirnya panik, bukan seperti itu,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona