Tepis Tak Cerminan Religius, Relawan: Eri Cahyadi Santri Lho!

PILWALI SURABAYA: M Syafii, Eri Cahyadi representasi religius karena santri yang birokrat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: M Syafii, Eri Cahyadi representasi religius karena santri yang birokrat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Memiliki ceruk pemilih hampir 70 persen di Pilwali Surabaya 2020, kalangan religius — terutama Nahdlatul Ulama (NU) — disebut-sebut belum terepresentasikan lewat pasangan PDIP: Eri Cahyadi-Armuji.

Namun hal itu dibantah relawan Eri Cahyadi yang tergabung dalam Dulur ECO (Eri Cahyadi Oke). “Kalau mau jujur, Mas Eri itu santri lho, dari keluarga yang religius,” kata Koordinator Dulur ECO, M Syafii, Kamis (3/9/2020).

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, tandas Syafii, Eri tak lepas dari aktivitas religius. Misalnya rutin pengajian bulanan, khataman Al Qur’an, dan sering membantu pondok pesantren yang ada di Surabaya.

“Cuma karena mungkin beliau birokrat yang diekspos birokratnya itu saja. Mungkin bisa tanya kiai-kiai se-Surabaya, Mas Eri sudah sowani semuanya itu, bahkan sebelum (berproses) di Pilwali ini,” paparnya.

“Jadi Mas Eri ini santri yang birokrat. Sangat akrab dengan kalangan NU dan Muhammadiyah terutama. Mas Eri pernah menjadi penasihat Ansor Surabaya dan juga Dewan Pembina Lazisnu Surabaya. Artinya masih keluarga NU tulen.”

Sebelumnya, Pakar Politik Mochtar W Oetomo menilai keputusan PDIP menduetkan Eri Cahyadi-Armuji meninggalkan lubang, mengingat kalangan religius — terutama NU — menjadi kosong dan cenderung ditinggalkan.

“Pasti mayoritas publik akan melihat pasangan ini (representasi) birokrat-politisi. Dalam arti politisi merah PDIP dan birokrat konotasinya pasti nasionalis, artinya merah dengan merah,” ucap Mochtar.

Jika kalangan religius tidak mendapat perhatian, tandas Mochtar, maka bisa digarap pasangan rivalnya, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno yang didukung empat — dari total delapan Parpol — yang merepresentasikan kalangan religius dan NU: PKB, PPP, PAN, dan PKS.

Perkuat Jaringan

Sementara itu, pasca Eri mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon wali kota dari PDIP, Sedulur ECO akan segera memperkuat jaringan di 31 kecamatan dan 154 kelurahan.

“Selain itu, nanti kita akan fokus pada beberapa program seperti kesehatan, dan mendirikan posko-posko di wilayah yang ada di kelurahan masing-masing,” terang Syafii.

Tujuan dari langkah ini hanya satu, yakni memperkuat jaringan kekuatan elemen pendukung Eri. “Dan mengajak relawan lainnya, untuk bisa sama-sama mendukung Mas Eri sampai pencoblosan dan pemenangan,” ujarnya.

Ditanya terkait jumlah elemen relawan Eri, Syafii menyebut hampir semua kalangan. Mulai dari milenial hingga pesantren. “Nantinya semua akan berkumpul menjadi satu untuk memenangkan kekuatan Mas Eri,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya