Tak Selevel Risma, Calon PDIP di Surabaya Tak Punya Daya Kejut!

BELUM SELEVEL RISMA : Whisnu Sakti Buana, kualitasnya dinilai belum selevel Tri Rismaharini. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BELUM SELEVEL RISMA: Whisnu Sakti Buana, kualitasnya dinilai belum selevel Tri Rismaharini. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Hingga penyerahan rekomendasi tahap ketiga, Selasa (11/8/2020), PDI Perjuangan tak kunjung mengumumkan siapa pasangan calon yang akan diusung di Pilwali Surabaya 2020.

Kalaupun akhirnya diumumkan lewat penyerahan rekomendasi tahap akhir, 19 Agustus mendatang, menurut Pengamat Politik asal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Sucahyo Tri Budiono tetap tak ada daya kejut di masyarakat.

Hal ini karena “Partai Banteng” pada Pilwali Surabaya 2020, tidak memiliki kader selevel Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma yang akan purnatugas pada Februari 2021.

“PDIP belum menemukan kader internal di Jatim yang selevel dengan kualitas dan kapasitas sesuai Bu Risma,” kata Sucahyo yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UWKS.

Kader PDIP yang saat ini muncul di bursa Pilwali Surabaya 2020, mulai dari Whisnu Sakti Buana hingga Armuji, menurut Sucahyo belum bisa menyaingi apalagi mengungguli Risma.

Kondisi tersebut, kata Sucahyo, membuat Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sangat hati-hati dalam mengeluarkan rekomendasi untuk Pilwali Surabaya.

“Internal sangat kuat pertarungannya untuk mengusung di level calon wali kota maupun wakil wali kota. Sayang, kader yang ada belum melebihi kualitas Bu Risma,” ucap Sucahyo.

Terlebih PDIP akan menghadapi keroyokan koalisi besar Parpol — PKB (5 kursi), PPP (1), Nasdem (3), Golkar (5), Demokrat (4), PAN (3), Gerindra (5) dan PKS (5) — pengusung Machfud Arifin yang mantan Kapolda Jatim.

“Ini pekerjaan berat bagi PDIP untuk mengangkat elaktabikitas dari calon yang diusung di Pilwali Surabaya,” tandas Sucahyo.

Kualitas Eri Sama Saja

TANPA SURABAYA: Penyerahan rekomendasi PDIP tahap ketiga, belum ada untuk Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TANPA SURABAYA: Penyerahan rekomendasi PDIP tahap ketiga, belum ada untuk Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Di sisi lain, papar Sucahyo, Megawati terkesan masih berharap campur tangan Risma untuk melanggengkan kesuksesan PDIP menguasai bali kota.

Apalagi Risma juga memiliki anak buah yang digadang-gadang menjadi calon wali kota, Eri Cahyadi yang kini menjabat Kepala Bappeko Surabaya. Bahkan baliho bergambar Eri dengan Risma di belakangnya tersebar di berbagai titik di Surabaya.

Namun Sucahyo melihat, kualitas Eri juga sama dengan kader PDIP lainnya, tak selevel dengan Risma. “Saya rasa, kualitasnya Eri belum mampu mengungguli atau selevel dengan Bu Risma,” katanya.

Seperti diberitakan, pada rekomendasi tahap ketiga Pilkada serentak 2020 wilayah Jatim, PDIP menerbitkan rekomendasi untuk lima pasangan calon.

Kelimanya yakni Setiajit-Armaya Mangkunegara (Tuban), Fandi Achmad Yani-Aminatun Habibah (Gresik), Ipuk Fiestiandani-Sugirah (Banyuwangi), Sugiri Sancoko-Lisdyarita (Ponorogo), dan Kartika Hidayati-Sa’im (Lamongan).

Sedangkan untuk Pilwali Surabaya, rekomendasi baru diterbitkan pada gelombang terakhir, 19 Agustus 2020. “Ini menunjukkan Bu Mega sangat hati-hati, agar tidak keliru memberikan rekomendasi,” tuntas Sucahyo.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya