Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tak Rela Reog Hanya Tontonan, Sugiri Siapkan Rp 500 Miliar!

Berita Terkait

BANGUN MUSEUM REOG: Sugiri Sancoko, tidak rela Reog hanya menjadi seni dan tontonan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANGUN MUSEUM REOG: Sugiri Sancoko, tidak rela Reog hanya menjadi seni dan tontonan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

PONOROGO, Barometerjatim.com – Pikiran out of the box Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko tak berhenti di face off Jalan HOS Cokroaminoto yang kini berubah lebih eksotis.

Kang Giri — sapaan akrabnya — bahkan sedang menyiapkan pembangunan peradaban berikutnya, yakni Monumen Reog. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Saya ingin membangun dengan budaya dan keadaan alam, tentu dengan inovasi-inovasi di luar kebiasaan atau out of the box. Saya punya Monumen Reog yang sebentar lagi saya bangun,” katanya kepada Barometerjatim.com, Sabtu (18/9/2021).

Mengapa Monumen Reog? “Reog itu budaya adiluhung yang diwariskan leluhur kita, dulu ratusan tahun yang lalu. Hari ini, saya tidak rela kalau hanya menjadi seni dan tontonan saja,” tegas Sugiri.

“Ini harus mampu memproyeksikan bahwa ada masa depan, ada budaya yang harus kita kerjakan, ada sesuatu yang harus kita teruskan dan menjadi sesuatu untuk masa depan. Saya ingin ada Monumen Reog dan di bawahnya ada Museum Peradaban,” jelasnya.

Proyek prestisius tersebut, papar bupati yang mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut, akan dibangun di bekas pertambangan Gunung Kapur Sampung.

“Sedang Detail Engineering Design (DED) dan sedang riset. Jadi secara fisik ada DED, secara masa depan sedang riset bagaimana saya menghidupi kelak,” katanya.

Seperti apa gambaran proyek prestisius nanti? “Kan gunung gamping itu. Nanti saya drilling, kami bolongi (lubangi) gunungnya biar ekosistem atas bisa tetap jalan tapi di bawah wahana wisata. Kalau Bali punya Garuda Wisnu Kencana, saya punya Monumen Reog Ponorogo,” katanya.

Di dalam Museum Peradaban, lanjut Sugiri, juga akan ditorehkan literasi yang disajikan secara intelektual dan digital terkait Ponorogo, Reog Ponorogo, HOS Cokroaminoto, Pesantren Tegalsari, Kanjeng Batoro Katong, dan sebagainya. Kemudian apa itu peralatan luku, ungkal, singkal, dan seterusnya.

Jadi berapa total anggarannya? “Oh banyak, makanya kami bikin gotong royong dan multiyears, hampir Rp 500 miliaran lah,” ungkapnya.

» Baca Berita Terkait Ponorogo

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -