Survei Pilwali Surabaya 2020: Elektabilitas Whisnu Tertinggi!

Whisnu Sakti Buana (kanan), elektabilitas tertinggi. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mulai terbaca, siapa kandidat yang memiliki elektabilitas jempolan di Pilwali Surabaya 2020. Rupanya tak jauh dari para kader PDIP sebagai partai penguasa di Kota Pahlawan.

Dari hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) yang dirilis di Hotel Yello, Rabu (9/1), petahana Whisnu Sakti Buana mencatat elektabilitas tertinggi: 15,4 persen.

Selain Whisnu, kader PDIP lainnya juga turut menguasai lima besar. Yakni mantan Cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno (15,1 persen) dan Katua DPRD Surabaya, Armuji (4,5 persen).

Survei dilakukan SSC pada 20-31 Desember 2018 di 31 kecamatan di Kota Surabaya, melibatkan 1.000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 3,1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Mengapa para kader PDIP dominan di elektabiltas kandidat? Menurut Direktur Utama (Dirut) SSC, Mochtar W Oetomo setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi.

Pertama, tak lepas dari coattail effect (efek ekor jas) Pilpres 2019, bahwa Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) tetap dianggap sebagai representasi PDIP.

“Kedua, tentu ini berkaitan dengan proses Pileg saat ini, dimana mereka rata-rata berkompetisi di tengah masyarakat, serta muncul di media,” kata peneliti yang juga pengajar di Universitas Trunojojo Madura (UTM) tersebut.

Khusus Whisnu, lanjut Mochtar, selain rajin turun untuk kepentingan Pileg 2019 juga menyandang status sebagai wakil wali kota serta ketua DPC PDIP Surabaya.

“Jadi sangat korelatif sekali. Wajar jika kemudian ada banyak nama PDIP yang muncul di tengah masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lain, lanjut Mochtar, tingkat undecided voters pada survei jenis ini juga masih ada. “Sebanyak 13,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab, dan 1,1 persen sisanya menjawab lain-lain,” pungkasnya.•

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PDIP