Pilwali Surabaya, Bayu Airlangga Bisa Masuk ‘Paket Khofifah’

PAKET KHOFIFAH DI PILWALI SURABAYA?: Renville Antonio (kanan) dan Bayu Airlangga saat menyambut Khofifah di kantor DPD Partai Demokrat Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PAKET KHOFIFAH DI PILWALI SURABAYA?: Renville Antonio (kanan) dan Bayu Airlangga saat menyambut Khofifah di kantor DPD Partai Demokrat Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bayu Airlangga! Menantu Gubernur Jatim, Soekarwo alias Pakde Karwo itu mulai ramai dibicarakan, setelah namanya disodorkan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio sebagai kandidat di Pilwali Surabaya 2020.

Bahkan pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surochim Abdussalam menilai, Bayu berpotensi masuk paket dari jago yang akan didukung Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indara Parawansa’. Entah sebagai wali kota atau wakil wali kota.

“Politik kita lagi ada tren positif, memberi kesempatan kepada anak muda menjadi pemimpin daerah, mengingat anak muda lebih identik dengan semangat perubahan,” katanya kepada Barometerjatim.com, Senin (10/12).

• Baca: Menantu Pakde Karwo Layak Pimpin Surabaya Pasca Risma

Bayu patut diperhitungkan, lanjut Surochim, karena ada banyak nilai plus yang menjadi modal positif sebagai politikus muda.

Dari sisi performance fisik, misalnya, ok! Tinggi, gagah dan ganteng. Dari sisi karakter kesantunan juga baik, memiliki akses ke Parpol, serta memiliki hubungan keluarga dengan Pakde Karwo.

• Baca: Pilwali Surabaya! Berat Kalau PDIP Lawan ‘Jagonya’ Khofifah

“Tinggal memperbanyak panggung saja, agar bisa mendapat dukungan lintas partai. Bagaimanapun untuk bisa running di Pilwali Surabaya, dukungan lintas partai menjadi kunci,” katanya.

Namun dari kalkulasi politik Surochim, Bayu lebih berpeluang mendapat dukungan dari Khofifah sebagai Cawawali. “Kalau Cawali agak berat peluangnya. Kalau Cawawali mungkin dan ada peluang,” paparnya.

Manfaat untuk Khofifah

Jika Khofifah mendukung Bayu masuk paket dukungannya, apakah Cawali atau Cawawali, menurut Surochim akan banyak memberikan hal positif bagi perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu. “Bagaimanapun akses Pakde ke lintas partai cukup besar dan luas,” ujarnya.

Selain itu, Bayu bukan tipe politisi penggebuk. Orangnya santun dan adem sebagai penyeimbang kebutuhan karakter untuk membangun Surabaya. “Saya pikir ada cocoknya mendampingi calon yang lugas dan tegas dalam memimpin Surabaya,” katanya.

Namun soal dukungan Khofifah untuk Bayu, menurut Surochim, akan sangat bergantung pada relasi mantan Menteri Sosial itu dengan Pakde Karwo.

• Baca: Dorongan Khofifah ke Fandi Utomo Bukan Bentuk Dukungan

“Menurut saya, Bu Khofifah akan berhati-hati dan tentu akan mencari, serta memberi dukungan kepada kandidat yang selaras dengan visinya membangun Jatim,” katanya.

“Tapi saya lebih prefer menilai Mas Bayu cocok sebagai Cawawali, bukan Cawali. Masih butuh jam terbang sebagai pejabat publik,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Khofifah