Pilwali Surabaya 2020, PKB Belum Selesai di Fandi Utomo

KANDIDAT DARI PKB: (Dari kiri) Syaikhul Islam Ali, Halim Iskandar, Musyafak Rouf, Fandi Utomo. Para Kandidat Pilwali Surabaya 2020 dari PKB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST
KANDIDAT DARI PKB: (Dari kiri) Syaikhul Islam Ali, Halim Iskandar, Musyafak Rouf, Fandi Utomo. Para Kandidat Pilwali Surabaya 2020 dari PKB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah suasana kampanye Pileg dan Pilpres 2019, Fandi Utomo begitu gencar ‘mengkampanyekan’ dirinya bakal maju di Pilwali Surabaya 2020. Di sisi lain, mantan politikus Partai Demokrat itu juga maju Caleg DPR RI lewat PKB.

Meski PKB Surabaya siap mendukung pencalonannya, menurut Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mochtar W Oetomo, calon yang akan diusung PKB di Pilwali 2020 belum benar-benar selesai di Fandi Utomo.

“Di PKB menurut saya belum selesai di Fandi Utomo, karena masih ada Halim Iskandar, Syaikhul Islam, Musyafak Rouf,” katanya saat dihubungi Barometerjatim.com, Jumat (23/11).

• Baca: Dorongan Khofifah ke Fandi Utomo Bukan Bentuk Dukungan

Pengamat yang juga Direktur Utama Surabaya Survey Center (SSC) itu melihat, upaya PKB memunculkan kandidat terlalu dini tersebut tidak lebih untuk kepentingan di Pileg 2019.

“Biar punya daya katrol, karena di Surabaya PKB kan tidak cukup kuat (5 kursi), jauh kan dibanding PDIP (15 kursi). Jadi perlu curi start, perlu daya katrol dengan mengemas isu yang beda,” paparnya.

Dalam konteks nasional, pola daya katrol ini bisa dilihat saat Pilpres 2014. PKB yang sejak awal seolah-olah bakal mengusung Mahfud MD atau Rhoma Irama sebagai Capres, justru memilih Joko Widodo (Jokowi).

• Baca: Banser Dukung Fandi Utomo, NU Kian Terseret Politik Praktis

Pun demikian dalam konteks regional, Pilgub Jatim 2018. Di saat Abdul Halim Iskandar yang begitu gencar sosialisasi, termasuk memasang baliho besar-besaran di hampir seluruh kabupaten/kota di Jatim, PKB justru mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Cagub.

“Faktanya di Pilgub Halim sudah dipersiapkan lama kan? Nyatanya juga berpindah. Makanya beberapa kali saya bilang, Fandi Utomo dan PKB ini nggege mongso. Terlalu mendahului peta, mendahului waktu,” kata Mochtar.

Jadi memungkinkan Fandi Utomo bakal senasib dengan Mahfud MD, Rhoma Irama hingga Halim Iskandar? “Sangat mungkin! Sangat mungkin, dengan karakter Muhaimin (Iskandar, Ketum PKB) selama ini, sangat mungkin!” tegasnya.

Ditentukan Hasil Pileg

Tak hanya PKB, menurut Mochtar, sebenarnya masing-masing partai memang belum selesai dalam menyiapkan bakal calonnya di Pilwali Surabaya 2010.

“PDIP saja, misalnya, kan belum selesai. Ada Whisnu Sakti Buana, Armuji, mungkin Puti (Guntur Soekarno), mungkin putra Risma (Fuad Bernardi) juga,” nilainya.

• Baca: Pengamat: PKB-Fandi Utomo Bisa Dianggap “Nggege Mongso”

“Belum lagi nanti Gerindra pasti suaranya meningkat. Gerindra pasti juga ada jago, Demokrat juga pasti menyiapkan. Demokrat ada Renville Antonio, Bayu Airlangga. Gerindra ada Bambang Haryo, Anwar Sadad.”

Artinya, tandas Mochtar, nama-nama tersebut harus dihitung, karena pada akhirnya hasil Pileg 2019 yang menentukan peta untuk Pilwali Surabaya. “Jadi proses koalisinya enggak akan mudah,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Fandi Utomo, PKB, Pilwali Surabaya