Sowan ke Gus Ali, Gus Hans Akui Ada Obrolan Soal Pilwali

KEDIAMAN GUS ALI: Gus Hans (dua kiri) dan rombongan solaturahim ke Gus Ali, | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KEDIAMAN GUS ALI: Gus Hans (dua kiri) dan rombongan silaturahim ke Gus Ali di Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Kandidat calon Wali Kota Surabaya, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans bersilaturahim ke kediaman KH Agoes Ali Masyhuri di kompleks Ponpes Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, Rabu (12/6/2019) malam.

Gus Hans yang datang bersama rombongannya, di antaranya mantan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Imam Sunardhi, disambut hangat kiai yang akrab disapa Gus Ali tersebut.

Gus Ali bahkan mencandai Gus Hans dengan sapaan “Pak Wali”. Guyonan serupa juga dilontarkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat open house di kediamannya, kawasan Jemursari, Surabaya, 6 Juni lalu.

Sejenak berbincang di ruang tamu, Gus Hans kemudian diajak Gus Ali ke ruang keluarga untuk melakukan pertemuan khusus. Bahkan sebelum pamit pulang, Gus Hans kembali diajak sedikit menjauh dari para tamu untuk diberi wejangan.

Namun usai foto bersama dengan para tamunya di teras rumah, Gus Ali enggan mengungkap isi pertemuannya dengan Gus Hans. “Enggak usah, enggak usah,” katanya saat ditanya wartawan.

Sementara Gus Hans menuturkan, tujuan utama kedatangannya ke kediaman Gus Ali untuk silaturahim lebaran. “Pertama ya riyayan. Kebetulan anak saya kan mondok di situ. Sepatutnya kita lebaran dengan beliau,” katanya, Kamis (13/6/2019).

“Kedua, beliau kan tokoh Jatim yang memahami tentang kondisi kekinian dalam konteks kenegaraan, sehingga banyak juga diskusi tentang Jatim,” sambung Gus Hans.

Namun pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu tak membantah, kalau ada sedikit pembicaraan terkait dinamika Pilwali Surabaya 2020, karena pemberitaan di media juga mulai ramai.

“Sehingga sedikit menyinggung tentang itu, dan beliau memberikan langkah-langkah jika saya memang akan seperti ini maka sebaiknya begini. Jadi poinnya men-support saya untuk melangkah yang strategis,” terangnya.

Adakah pembicaraaan soal nama Gus Hans yang mulai ramai di bursa Pilwali Surabaya? “Terlalu dini untuk membahas itu. Tetapi dalam konteks ini, beliau saya anggap sebagai orang tua saya lah untuk bagaimana ke depan baiknya,” katanya.

“Dan beliau menyarankan tentang banyak hal, di antaranya kita harus hati-hati kalau melangkah. Lalu tidak menyinggung perasaan orang lain, dan sebagainya,” tandasnya.

Gus Hans juga enggan mengungkap soal isi wejangan dari Gus Ali. “Itu sebaiknya beliau saja yang menyampaikan. Tapi yang jelas, beliau menyarankan banyak hal tentang saya, dan saya sangat mengapresiasi serta hormat sama beliau,” ucapnya.

Apakah termasuk men-support Gus Hans maju sebagai Cawali? “Ya mungkin di antaranya itu. Tetapi saya menyampaikan bahwa maju tidaknya, akan saya dasarkan pada survei-survei profesional. Jadi saya menyampaikan terima kasih atas masukan dari beliau,” paparnya.

“Dan saya menyampaikan, langkah-langkah berikutnya saya akan menggunakan dasar dari survei-survei yang profesional, yang tidak saya hire (sewa),” sambung wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut.

Silaturahim ke Wagub

RUMDIS WAGUB: Gus Hans (dua kanan) dan rombongan silaturahim ke Wagub Emil Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RUMDIS WAGUB: Gus Hans (dua kanan) dan rombongan silaturahim ke Wagub Emil Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Usai dari Gus Ali, Gus Hans melanjutkan silaturahim ke Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak di rumah dinasnya, kawasan Margorejo, Surabaya. Gus Hans juga membantah kalau kehadirannya untuk membicarakan Pilwali Surabaya.

“Kalau dengan Pak Wagub kan saya sering bicara, koordinasi, dan WA-an. Jadi semalam ini lebih pada silaturahim riyayan secara fisik,” ucapnya.

Soal isi pertemuan, Gus Hans menyebut lebih banyak membahas Millennials Job Center (MJC) yang mungkin akan dilakukan di beberapa kota, di antaranya di Surabaya.

“Jadi kita akan merespons bonus demografi yang ada di Jatim dan Surabaya ini, dengan mengoptimalkan para milenial untuk menjadi startup-startup atau entrepreneur- entrepreneur yang andal,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Gus Hans