Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Soroti Data Corona di Surabaya, Gus Hans: Jangan Pokak!

Berita Terkait

SOROTI DATA: Gus Hans soroti data pasien sembuh Corona di Surabaya yang capai ribuan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SOROTI DATA: Gus Hans soroti data pasien sembuh Corona di Surabaya yang capai ribuan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Data Pemkot Surabaya lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menyebut pasien sembuh dari virus Corona (Covid-19) di Kota Pahlawan mencapai 1.380 per Rabu (22/4) pukul 16.00 WIB, memunculkan tanda tanya.

Alih-alih ribuan, Gugus Tugas Covid-19 Jatim malah menyebut cuma 70 pasien. Data tersebut diambil dari rumah sakit yang ada di Surabaya, termasuk RSUD dr Soetomo, RS Universitas Airlangga, RSUD Bhakti Dharma Husada, serta RSUD dr Mohamad Soewandhie dan selaras dengan data nasional.

Menilik perbedaan data yang sangat tajam tersebut, kandidat wali kota Surabaya, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans meminta Pemkot Surabaya tak melakukan pencitraan di depan publik.

“Tidak perlu! Publik sekarang sudah smart, kalau OPD (Orang Dalam Pemantauan) dihitung sebagai orang yang sakit, lha mereka ini sakit apa dan sembuh dari sakit apa?” katanya.

“Tidak harus dengan cara seperti ini untuk meningkatkan imun masyarakat. Libatkan saja RT/RW, terutama dalam praktik pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat,” sambungnya.

Dengan adanya gerakan bottom up dari masyarakat yang distimulasi pihak Pemkot Surabaya, lanjut Gus Hans, maka masyarakat akan merasakan ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kerjasama semua pihak.

“Bukan sibuk dengan hal-hal yang tidak masuk akal,” tandas lulusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) Yogyakarta tersebut.

Jika gerakan bottom up dari masyarakat tidak dilakukan, Gus Hans menyebut PSBB tidak akan berjalan efektif. “PSBB bisa efektif, jika dilakukan semua pihak dengan kesadaran yang tinggi,” katanya.

Tapi jika terlalu banyak instruksi maupun larangan dari atas, maka yang ada adalah keterpaksaan dan akhirnya menimbulkan tuntutan-tuntutan dari masyarakat.

Terlebih, nilai Gus Hans, permasalahan utama di Surabaya yakni komunikasi yang berdampak pada potensi miss-koordinasi. “Mengatur pemerintahan tidak boleh menggunakan prinsip “Pokak”, pokoke aku,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinkes Surabaya menyebut jumlah pasien yang sembuh dari Corona sebanyak 1.380 orang. Angka itu berdasarkan data pemantauan yang dimiliki Dinkes per Rabu (22/4/2020) pukul 16.00 WIB.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Surabaya, dr Ponco Nugroho mengatakan, 1.380 pasien sembuh tersebut terdiri dari 1.086 ODP, 243 PDP dan 51 orang pasien terkonfirmasi positif.

“Angka kesembuhan lebih tinggi enam persen dari pada kematian,” kata Ponco kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis (23/04/2020).

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -