Bertahan dari Corona, Kedai Ketan Punel Jualan via Online

BERTAHAN DARI CORONA: Rini Kusuma, melayani pesanan ketan punel via online. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BERTAHAN DARI CORONA: Rini Kusuma, melayani pesanan ketan punel via online. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Pandemi Corona membuat semua lini kehidupan terimbas, tak terkecuali pelaku usaha kuliner mikro. Bagaimana mereka bertahan?

PARA pelaku usaha kuliner kecil mikro, yang biasanya bisa berjualan dan mengandalkan pendapatan dari berdagang makanan sehari-harinya, kini berubah kelimpungan akibat wabah Corona (Covid-19).

Tak sedikit warung yang terpaksa tutup, karena mematuhi aturan dari pemerintah untuk menerapkan physical distancing. Padahal kehadiran warung tak sekadar untuk menyantap hidangan, tapi sebagai tempat kongkow atau cangkruk.

Alhasil, tak ada lagi pembeli yang datang dan tempat berjualan menjadi sepi yang berujung omzet terjun bebas. Salah satunya dirasakan Kedai Ketan Punel yang terletak di Jalan Raya Darmo, Surabaya.

Selain itu, sepinya warung atau tempat jualan kuliner juga disebabkan orang enggan keluar rumah karena ada imbauan. Sehingga semakin sedikit pelanggan yang datang.

“Beberapa waktu lalu kami masih sempat buka sebelum adanya penutupan jalan di Raya Darmo,” ujar Wahyu Darmawan, pemilik Kedai Ketan Punel saat diwawancarai Barometerjatim.com, Minggu (26/4/2020).

“Itupun sudah terasa sekali kalau pelanggan kami berkurang. Kedai kami tidak seperti biasanya yang ramai dikunjungi pembeli, apalagi pas malam Minggu.”

Lama kelamaan, lanjut Wahyu, pembeli makin sedikit yang datang ke Kedai Ketan Punel. Ditambah adanya kebijakan penutupan dua jalan protokol di Surabaya, Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan, membuat Wahyu terpaksa menutup kedainya.

“Mau gimana lagi, kita taat pada aturan yang diberlakukan. Imbasnya pegawai kita rumahkan karena kami tidak bisa buka warung,” tandas bapak dua anak ini.

‘Usung’ Warung ke Rumah

JUALAN DARI RUMAH: Wahyu Darmawan, omzet Kedai Ketan Punel terjun bebas akibat wabah Corona. | Foto: Barometerjatim.com/IST
JUALAN DARI RUMAH: Wahyu Darmawan, omzet Kedai Ketan Punel terjun bebas akibat wabah Corona. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Lantas, upaya apa yang dilakukan agar tetap bisa berpenghasilan di tengah pandemi Corona? Pria asal Kota Brem Madiun ini memilih untuk ‘memindahkan’ tempat jualannya ke rumah dengan melayani penjualan via online.

“Ya istilahnya ketan punel WFH (Work from Home), jualan dari rumah gitu. Melayani pembelian dan order pembeli via online. Alhamdulillah respons dari pelanggan kami cukup baik,” ucap mantan jurnalis media cetak di Surabaya itu.

Upaya ini dilakukan Wahyu yang sudah enam tahun berjualan ketan punel, semata-mata agar dapurnya tetap mengebul. Belum lagi tanggung jawabnya terhadap sembilan pegawai yang untuk sementara dirumahkan.

“Akhirnya saya dan istri sepakat untuk berjualan ketan dari rumah. Delivery order 24 jam nonstop. Ini terobosan yang kami lakukan, agar para pelanggan yang kangen ketan punel bisa beli kapan pun. Bisa pagi, siang, bahkan malam sekalipun,” katanya.

“Kan kalau di kedai kami baru buka sore hari. Sekarang kalau dari rumah, permintaan jam berapa pun kami layani. Silakan anda di rumah, ketan punel yang akan mendatangi anda,” kata Wahyu berpromosi.

Tiga Toping Terlaris

FAVORIT PELANGGAN: Ketan bubuk kedelai, ketan durian dan cokelat keju, paling disukai pelanggan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
FAVORIT PELANGGAN: Ketan bubuk kedelai, ketan durian dan cokelat keju, paling disukai pelanggan. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Soal menu pemesanan, tambah Wahyu, rata-rata toping yang dipesan pembeli adalah toping yang selama ini menjadi best seller di Kedai Ketan Punel. Yakni ketan bubuk kedelai, ketan durian dan cokelat keju.

Namun ada juga pembeli yang order ketan serundeng pedas, ketan rainbow, ketan keju susu dan ketan alpokat.

“Sampai saat ini pembelian terbanyak via online ada yang pesan hingga 125 bungkus untuk satu pembeli. Ada juga yang pesan 40 bungkus, 20 bungkus. Ada juga yang hanya beli 5 bungkus,” katanya.

“Bahkan ada pembeli yang ongkir driver online-nya lebih mahal dari harga ketannya. Biasanya yang seperti itu adalah pelanggan setia kami,” papar pria 46 tahun tersebut.

Ditambahkan suami Rini Kusuma itu, selain menyedikan ketan, dia juga menjual wedang uwuh atau yang biasa dikenal dengan istilah wedang rempah rempah yang belakangan viral karena berkhasiat menjaga imun tubuh.

“Wedang uwuh kami juga sedia. Minuman ini banyak juga yang order. Sempat viral karena disebut sebut bisa melawan Corona,” pungkas Wahyu.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona