Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Setahun Janji Kampanye Tak Banyak Terbukti, PMII Tuban Kartu Merah Bupati!

Berita Terkait

TANGAN TERKEPAL: Aktivis PMII Tuban menggelar aksi menyoroti setahun kepemimpinan Aditya-Riyadi. | Foto: IST
TANGAN TERKEPAL: Aktivis PMII Tuban menggelar aksi menyoroti setahun kepemimpinan Aditya-Riyadi. | Foto: IST
- Advertisement -

TUBAN, Barometerjatim.com – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban kembali turun jalan. Kali ini menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Tuban, Senin (20/6/2022).

Aksi tersebut lanjutan dari aksi sebelumnya yang digelar pada Kamis (16/6/2022) untuk menyoroti satu tahun kinerja duet Bupati-Wakil Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky-Riyadi.

Mereka datang sambil mengusung keranda mayat, simbol matinya hati nurani keduanya terhadap masyarakat. Selain itu, mahasiswa mengeluarkan kartu merah untuk Aditya-Riyadi yang dianggap tidak bisa menjalankan program yang berpihak pada masyarakat.

“Program yang dulu digembor-gemborkan (saat kampanye) belum banyak dirasakan masyarakat,” kata Koordinator Aksi yang juga Ketua PC PMII Tuban, Khoirukum Mimmu’aini dalam orasinya.

Dia mencontohkan permasalahan toko modern, masih bercokol hingga ke pelosok desa yang letaknya juga berdekatan dengan pasar tradisional.

Akibatnya, masyarakat yang memiliki usaha toko kecil-kecilan semakin resah, karena merasa tersaingi dengan keberadaan toko modern yang menjamur di sekitarnya.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyebar luas. Kondisi ini terjadi, nilai Mimmu’aini, karena lambannya Pemkab dalam merespons. Membuat ribuan hewan ternak terjangkit dan tak sedikit yang mati.

“Hewan ternak yang tepapar PMK membludak, jumlahnya ribuan, karena penanganan lamban. Pemkab seolah mengabaikan,” ucapnya.

Permasalahan lain, lanjut Mimmu’aini,  yakni pembangunan infrastruktur jalan masih banyak yang rusak dan tak kunjung ada perbaikan.

“Padahal janjinya saat kampanye dulu akan mewujudkan pembangunan desa dan menata kota yang dijadikannya tagline Mbangun Deso Noto Kutho. Tapi kenyataannya banyak program yang belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat,” katanya.

Lantaran tak ditemui bupati, usai menyampaikan aspirasinya mahasiswa membubarkan diri dan mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa lebih besar sampai ditemui bupati.

» Baca berita terkait PMII. Baca juga tulisan terukur lainnya Anwar Said.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -