Sehari Naik 15, Positif Corona di Jatim Capai 41 Orang

CEGAH CORONA: Penyemprotan disinfektan untuk pengemudi Ojol di depan Grahadi Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CEGAH CORONA: Penyemprotan disinfektan untuk pengemudi Ojol di depan Grahadi Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pasien positif Corona (Covid-19) di Jatim terus bertambah. Hingga Minggu (22/3/2020), jumlahnya mencapai 41 atau naik 15 dari sehari sebelumnya yang masih 26 orang.

“Terkonfirmasi ada 15 pasien positif tambahan baru di Jatim. Sebelumnya ada 26 kini menjadi 41 orang positif corona,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi.

Dari 15 pasien positif tambahan, terbanyak masih dari Surabaya (9 orang). Disusul Malang Raya (3), Sidoarjo (2) dan Kabupaten Blitar (1).

Sehingga total pasien positif Corona di Surabaya menjadi 29 orang, Malang Raya (5),  Sidoarjo (3), Magetan (3) dan Kabupaten Blitar (1).

Tak hanya yang positif, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga mengalami kenaikan. Hasil tracing Pemprov Jatim, PDP menjadi 88 dan ODP 999 orang. Sehari sebelumnya, jumlah PDP 79 dan ODP 793.

Di sisi lain, penyemprotan disinfektan terus dilakukan di berbagai tempat Fasum (fasilitas umum) dan Fasos (fasilitas sosial) serta ruang publik lainnya di Jatim.

Minggu siang, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan, melakukan penyemprotan yang ditujukan untuk pengendara ojek online (Ojol) di Tugu Pahlawan, Frontage A Yani dan depan Grahadi.

Menurut Khofifah, penyemprotan disinfektan ini secara efektif sudah dilakukan sejak Senin (16/3/2020) lalu, dengan menyasar sejumlah tempat ibadah, Fasum, Fasos, terminal, hingga pondok pesantren.

“Kemudian tiga hari yang lalu mulai menyemprot disinfektan untuk kendaraan-kendaraan transportasi  umum dan roda dua. Kalau transportasi umum sudah dari Senin yang lalu,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Virus Corona