Sadad Rajin Turun, Elektabilitas Gerindra di Jatim Terjaga!

GERINDRA TERJAGA: Elektabilitas Gerindra terjaga karena para tokohnya rajin turun menyapa masyarakat. | Grafis: Republic Institute
GERINDRA TERJAGA: Elektabilitas Gerindra terjaga karena para tokohnya rajin turun menyapa masyarakat. | Grafis: Republic Institute

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski turun ke peringkat empat, elektabilitas Partai Gerindra masih cukup tinggi karena hanya selisih 0,1% dari Partai Golkar yang menempati urutan ketiga hasil survei The Republic Institute periode 1 hingga 13 September 2021 yang dirilis secara virtual, Minggu (10/10/2021).

“Tingginya suara Gerindra ini disebabkan beberapa tokohnya sangat intens turun dan menyapa konstituennya, seperti Gus Fawaid (ketua Fraksi Partai Garindra DPRD Jatim) dan Anwar Sadad (ketua DPD Partai Garindra Jatim),” kata Direktur The Republic Institute, Sufyanto.

Dalam survei dengan 1.225 responden yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di seluruh Jatim tersebut, elektabilitas PKB menempati posisi teratas (25,2%). Disusul PDIP (19,6%), Golkar (11,8%), Gerindra (11,7%), Demokrat (9,1%), Nasdem (4,2%), PPP (4,2%), PAN (3,4%), PKS (2,2%), Hanura (0,8%), Berkarya (0,4%), PSI (0,3%), Gelora (0,2%), dan Ummat (0,1%).

Dari data tersebut, kata Sufyanto, dapat dijelaskan peningkatan PKB terjadi salah satunya karena imbas di beberapa daerah memiliki bupati, seperti Bupati Ahmad Muhdlor di Sidoarjo.

“Termasuk peningkatan PKB, karena masyarakat melihat PKB saat ini lebih harmonis pada tataran kepengurusan, mulai tingkat kabupaten, provinsi, sampai pusat,” paparnya.

Tak kalah besar peningkatan suaranya yakni Golkar yang menyodok di urutan ketiga hasil survei. Padahal di DPRD Jatim, Golkar berada di urutan kelima setelah PDIP, PKB, Gerindra, dan Demokrat.

“Peningkatan Golkar ini disebabkan beberapa alasan. Pertama, tokoh-tokoh Golkar di wilayah banyak yang bergerak ‘di bawah tanah’ seperti Sahat Simanjuntak, Zulfikar, dan Hasan Irsyad,” katanya.

Kedua, beberapa pengurus partai dan caleg partai melaksanakan secara massal kegiatan-kegiatan sosial, seperti vaksinasi dan pembagian sembako. Ketiga, penguatan kembali Golkar di wilayah wilayah pinggiran dan perbatasan imbas dari kondisi ekonomi saat ini.

Sedangkan Partai Demokrat relatif stagnan. Faktor ketokohan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak serta ketokohan lokal sebenarnya masih mendukung Demokrat tetap memberi persepsi positif bagi masyarakat.

“Tetapi ada sedikit pengaruh dari imbas perebutan jabatan ketua Demokrat Jatim di media yang sampai sekarang masih muncul, sehingga Demokrat tidak meningkat secara siknifikan dan pemilihnya cenderung menunggu karena ragu-ragu,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pileg 2024