Sadad: Konyol! Kiai Said Ubah Ancaman NU ke Urusan Pilpres

ANCAMAN NU: Anwar Sadad, ubah ancaman NU dari urusan akidah ke politik praktis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ANCAMAN NU: Anwar Sadad, Kiai Said ubah ancaman NU dari urusan akidah ke politik praktis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Anwar Sadad menuturkan munculnya ancaman untuk menghancurkan NU yang disuarakan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj sebenarnya sudah disadari muassis alias para pendiri NU.

“Karena pada dasarnya NU lahir sebagai antitesis dari maraknya gerakan yang mengklaim sebagai pembaru Islam, tapi di balik itu ada misi penghancuran akidah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah),” katanya pada Barometerjatim.com, Jumat (18/10/2019).

NU, tandas Sadad, lahir sebagai benteng akidah Aswaja. Ini terjadi, terutama sejak jatuhnya Ottoman, yang menandai runtuhnya legitimasi kepemimpinan Islam secara global. Lalu kudeta kaum Wahabi di Tanah Hijaz yang menandai kelahiran negara baru bernama Saudi Arabia.

“Nah, dari awal NU berjuang pada wilayah ideologis, terutama pada gerakan membentengi akidah. Para pendiri NU bergerak ke arah itu. Lihatlah tema-tema putusan Muktamar NU di masa-masa itu, selalu mengenai akidah umat,” paparnya.

“Nah! Lalu Kiai Said Aqil mengubah ancaman itu tidak lagi akidah, tapi semata politik praktis, urusan Pilpres. Kan konyol itu namanya. Memangnya urusan akidah sudah selesai? Memangnya sudah beres?” katanya.

Jika benar ancaman itu ada, Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim memastikan Nahdliyin alias warga NU pasti akan bergerak untuk membentengi NU.

“Ketua umum tak usah risau. Kalau sudah menyangkut urusan NU, kaum Nahdliyin yang tersebar di semua kekuatan politik dan organisasi masyarakat, pasti akan membentengi NU,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Kiai Said menyebut ada pihak tertentu yang berusaha menghancurkan NU sebelum 2024 lantara dongkol dengan andil besar NU dalam memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2024.

“Kemarin kemenangan kita (Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019) kan 16 juta, dan target mereka akan dibalik tahun 2024, mereka yang menang 16 juta,” kata Kiai Said.

“Maka ‘biang keroknya’ NU, harus dihancurkan dulu sebelum 2024. Dan ini ketahuilah by design, pasti ada yang mendesain, ada konspirasi yang luar biasa,” katanya.

» Baca Berita Terkait Jokowi, PBNU