Ketum PBNU: Peran Agama Tak Dipegang NU, Salah Semua!

Kiai Said Aqil (dua dari kiri) mengahdiri Harlah ke-73 Muslimat NU di GBK. | Foto: Barometerjatim.com/marijan ap
Kiai Said Aqil (dua dari kiri) mengahdiri Harlah ke-73 Muslimat NU di GBK. | Foto: Barometerjatim.com/marijan ap

JAKARTA, Barometerjatim.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan, peran agama di negeri ini harus dipegang NU. Jika tidak, bisa salah semua karena akan banyak bid’ah.

“Peran agama harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama..  harus dari NU,” katanya sambil melihat Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang duduk di panggung saat memberikan taushiyah Maulidurrasul pada Harlah ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (27/1).

“Kalau dipegang selain NU, salah semua! Nanti banyak bid’ah kalau selain NU. Ini bid’ah ini, tari-tari sufi bi’dah nanti,” sambung Kiai Said sambil menunjuk 999 penari sufi yang turut berpartisipasi di puncak acara Harlah ke-73 Muslimat NU.

Peran agama, menurut Kiai Said, adalah satu dari empat peran yang harus dilakukan NU maupun Muslimat NU untuk mewujudkan umat yang keren, umat yang berkualitas.

“Umat apakah yang diperintah oleh Al Qur’an? Mohon maaf, di dalam Al Qur’an tidak ada penjelasan yang namanya umat Islam. Tidak ada! Silakan yang hafidz Al Qur’an, cari!” katanya.

“Yang ada wa kadzalika jaal nakum ummatan wasathan. Muhammad harus membentuk organisasi namanya umat, ummatan wasathan. Umat yang keren, umat yang berperan, umat yang berkualitas,” jabarnya.

Mengapa harus membentuk umat yang keren? “Agar litakunuu syuhadaa ‘alan naas, agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Syuahadaa itu (maknanya) berperan,” ujarnya.

Nah, agar peran agama tidak salah, maka harus diserahkan ke NU, Ormas yang terbukti moderat dan penjaga toleransi. “Kalau dipegang selain NU, salah semua!” tandas Kiai Said.

Jaga Sikap Moderat

Peran agama yang dimaksud Kiai Said, yakni menghadirkan majelis taklim, pondok pesantren, madrasah diniyah, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dan sebagainya. “Itu artinya kita berperan dalam agama,” katanya.

Selain agama, NU dan Muslimat NU harus peran dalam bidang akhlak, budaya dan peradaban. Lalu dalam bidang ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, sosial dan kemasyarakatan. Begitu pula peran dalam membangun politik.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga berpesan agar ibu-ibu Muslimat NU tetap menjaga teguh sikap moderat, tidak boleh ekstrem, radikal, apalagi terorisme.

“Jaga anak-anak, menantu, cucu, jangan sampai terprovokasi dengan atas nama agama kemudian bertindak radikal, ekstrem apalagi menjadi teroris. Jaga!” pungkasnya.•

» Baca Berita Terkait NU, Muslimat NU