Rp 3,7 M Bantuan Warga Jatim, Berwujud 2 Gedung SDN di Donggala

DARI WARGA JATIM: Prof Winarko (kiri) bersama Wempi (kanan) tinjau ruang kelas SDN 9 Sindue. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DARI WARGA JATIM: Prof Winarko (kiri) bersama Wempi (kanan) tinjau ruang kelas SDN 9 Sindue. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

DONGGALA, Barometerjatim.com – Januari 2019. Warga Jawa Timur (Jatim) memberikan bantuan kemanusiaan Rp 3,7 miliar untuk korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terjadi pada 28 September 2018.

Bantuan diserahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono didampingi Ketua Umum Forkama Jatrans (Forum Komunikasi Masyarakat Jawa dan Transmigrasi) Sulteng, Prof Winarko Efendi kepada Bupati Donggala, Kasman Lassa, disaksikan pihak DPRD dan pejabat terkait.

Sebelas bulan berlalu, bantuan tersebut diwujudkan untuk membangun kembali dua gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang rusak parah akibat gempa di Kabupaten Donggala. Yakni SDN 9 Sindue di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue serta SDN 22 Lende Tovea di Kecamatan Sirenja dan kini rampung dibangun.

Alhamdulillah, kami melihat kenyataan apa yang sudah kami berikan saat itu sudah riil dan nyata,” kata Prof Winarko usai meninjau pembangunan gedung SDN 9 Sindue bersama Kasubang Media Humas Pemprov Jatim, Wempi Roberto Goa, Senin (16/12/2019) sore.

Menurut Prof Winarko, saat itu memang disepakati bantuan kemanusiaan dari warga Jatim untuk kepentingan perbaikan infrastruktur yang rusak parah, khususnya sarana prasarana pendidikan.

“Sesuai anggaran yang ada, Rp 3,7 miliar, setelah dihitung kurang lebih untuk dua sekolah. Cuma sekolah yang mana waktu itu belum tahu, ternyata SDN yang ada di Sirenja dan Sindui ini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sindue, Kasim menjelaskan, untuk pembangunan gedung beserta isinya SDN 9 Sindue menelan biaya hasil bantuan warga Jatim antara Rp 1,5 hingga 1,8 miliar.

“Tapi saya belum terlalu jelas, yang jelasnya kemarin dengan kepala sekolah,” katanya, seraya menambahkan akan dikoordinasikan lagi detail angkanya karena kepala sekolah tidak ada di lokasi saat peninjauan.

Selebihnya Kasim menyampaikan, warga Sulteng, khususnya Donggala, berterima kasih tak terhingga kepada warga Jatim mengingat bantuan yang diberikan bisa diwujudkan berupa dua bangunan sekolah dasar.

Soal pengerjaan gedung Kasim menyebut sudah selesai, tinggal finishing seperti kelengkapan meja maupun bangku dan segera bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. “Kami sangat berterima kasih, tinggal menata isinya saja,” ujarnya.

Bakal Diserahkan Khofifah

Dari pantauan Barometerjatim.com, pembangunan gedung di kedua sekolah tersebut memang tinggal finishing. Kelengkapan sarana belajar seperti bangku dan meja juga sudah berada di dalam kelas, tinggal ditata sesuai peruntukan.

Setelah semuanya tuntas dan siap dipakai kembali untuk belajar mengajar, Prof Winarko berharap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bisa menyerahkannya secara langsung kepada masyarakat Sulteng.

“Kalau keinginanya kemarin pada saat menghubungi saya, beliau (Khofifah) ingin melihat langsung ke Sulteng,” kata Prof Winarko.

Selain itu, lanjutnya, kehadiran Khofifah di Sulteng akan semakin memberikan semangat dan menghapus traumatik korban pasca gempa, tsunami dan likuifaksi yang menelan ribuan korban jiwa dan infrastruktur tersebut.

» Baca Berita Terkait Gempa, Pemprov Jatim