Rektor Unair: Materi Debat Terakhir Capres Bukan Hafalan!

Prof Nasih, materi debat terakhir soal gagasan dan isu-isu stategis. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Prof Nasih, materi debat terakhir soal gagasan dan isu-isu stategis. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Debat pamungkas Capres-Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam mulai pukul 20.00 WIB, diyakini bakal lebih seru dibanding empat debat sebelumnya.

Ini karena materi yang dibuat tim panelis yang dikoordinatori Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Mohammad Nasih bukan berupa soal-soal hafalan, melainkan adu gagasan tentang isu-isu strategis.

“Tentu isu-isu itu bakal berkaitan dengan tema debat, yakni ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri,” jelas Nasih di Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Selain itu, Nasih bersama sembilan panelis lain yang ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, sangat yakin jika soal yang disusun tidak akan bocor ke kedua kubu pasangan calon.

Panelis pada debat kelima ini berjumlah sepuluh orang. Selain Prof Nasih, sembilan lainnya yakni Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof Eddy Suratman; Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Dr Muhammad Arief Mufraini; Dekan FEB Universitas Diponegoro Dr Suhartono; dan Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Dr Herman Karamoy.

Lalu Dekan FEB Universitas Udayana, Dr I Nyoman Mahaendra Yasa; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Dr Harif Amali Riva’i; Guru Besar ITB, Prof Dr Ir Dermawan Wibisono; Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga PhD; serta Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ), Rahmi Hertanti.

Pengakuan untuk Unair

Di sisi lain, terkait kepercayaan yang diberikan KPU kepada Nasih untuk menjadi koordinator panelis debat, pihak Unair mengaku bersyukur dan menyebut pilihan yang tepat karena sesuai dengan tema yang mewakili kepakaran Nasih.

“Beliau kan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tentu tema debat kali ini memang sangat tepat dengan kepakaran dan keilmuan yang selama ini beliau tekuni serta geluti,” kata Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair, Suko Widodo.

Menurut Suko, kepercayaan yang diberikan kepada Unair untuk menjadi panelis debat Capres-Cawapres bukan kali ini saja. Tercatat, pada debat-debat sebelumnya, beberapa civitas Unair juga terlibat.

“Sebelumnya, Prof David guru besar FK Unair dan mantan Dekan FISIP Unair Pak Basis, juga mendapat amanah untuk menjadi panelis debat Capres-Cawapres,” tuturnya.

“Hal itu, tentu menjadi bukti bahwa kompetensi yang dimiliki civitas akademika Unair telah mendapat perhatian dan diakui oleh pemerintah pusat,” tandas Suko.•

» Baca Berita Terkait Unair, Pilpres 2019