Ramai Baliho Puan, Gerindra Jatim Tak Ikutan Akrobat Politik!

TAK AKROBAT POLITIK: (Dari kiri) Anwar Sadad, Kharisma, dan Fawait. Prabowo tak mau akrobat politik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK AKROBAT POLITIK: (Dari kiri) Anwar Sadad, Kharisma, dan Fawait. Prabowo tak mau akrobat politik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Partai Gerindra Jatim kembali bertekad mengantarkan ketua umumnya, Prabowo Subianto menjadi Presiden RI. Namun hingga kini, belum terlihat ada baliho atau billboard sosialisasi yang bernuansa pencapresan di 2024.

Padahal tokoh nasional lainnya yang disebut-sebut bakal nyapres, Puan Maharani, baliho dan billboard-nya sudah menjamur di sejumlah daerah, termasuk di seluruh kabupaten/kota Jatim.

Seriuskah Gerindra mengusung Prabowo di 2024? Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim yang juga pengurus DPP Partai Gerindra, Kharisma Febriansyah menegaskan kalau partainya pasti mengusung Prabowo di Pilpres 2024.

“Tapi Pak Prabowo meminta waktu untuk fokus bagaimana membantu Pak Jokowi dalam periode 2019-2024, sebagai Menteri Pertahanan,” kata Kharisma di kantor DPD Partai Gerindra Jatim, Sabtu (26/6/2021).

“Beliau juga melihat kondisi negara yang sedang mengalami pandemi Covid-19. Kan ini enggak pantas jika kita berakrobat politik. Lebih baik fokus, bersinergi,” tandasnya.

Karena itu, lanjut Kharisma, Prabowo masih belum berpikir maju di Pilpres 2024. Saat ini, titik beratnya justru membangun bangsa dan negara. Terlebih di tengah situasi Covid-19 banyak sekali kendalanya.

“Sekarang ini yang dititikberatkan Pak Prabowo, ini lho negara mau seperti apa? Mau menjadi apa ke depan, SDM Indonesia mau seperti apa. Ini kan dengan pandemi banyak kendalanya,” ujarnya.

Kendala tersebut, jelas Kharisma, mulai dari sektor pendidikan, kebudayaan, ekonomi, pembangunan, bahkan dari segi kesejahteraan pegawai karena menyangkut finansial.

“Nah, ini kan tidak elok jika kita berakrobat politik di saat seperti ini,” ujar Kharisma yang juga kepala sekolah kader Partai Gerindra.

Jadi alasan tersebut yang membuat Prabowo dan Gerindra tak mau menggeber pemasangan baliho dan billboard sosialisasi pencapresan?

“Kalau yang disampaikan Pak Prabowo, urgensinya apa? Kata beliau: Mana yang lebih penting, saya menjadi presiden atau kepentingan bangsa dan negara. Mana yang lebih penting, keselamatan negara saat ini atau sekadar menjadikan saya presiden,” ungkap Kharisma.

Karena itu, yang diinginkan Prabowo adalah pemerintahan yang efektif dengan membangun sinergi. “Pak Prabowo masih lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Gerindra