Pusat Rehabilitasi Narkoba, Gus Hans: Mestinya Surabaya Punya!

REHABILITASI NARKOBA: Gus Hans, mestinya Surabaya punya pusat rehabilitasi narkoba. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
REHABILITASI NARKOBA: Gus Hans, mestinya Surabaya punya pusat rehabilitasi narkoba. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Narkoba menjadi problem serius, terutama di kota-kota besar. Sayangnya, belum semuanya memiliki pusat rehabilitasi pecandu narkoba, termasuk Surabaya.

“Surabaya ini kan kota besar, pasti dengan segala risikonya, di antaranya masalah sosial. Apa yang selama ini menjadi ancaman, yaitu narkoba. Maka mestinya memiliki pusat rehabilitasi yang ada di Surabaya,” kata Ketua Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Jatim, Zahrul Azhar Asumta.

Pernyataan kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut disampaikan usai menghadiri Festival Musik Antinarkoba 2020 di halaman Museum Monumen Kapal Selam (Monkasel) parkir timur Plaza Surabaya, Minggu (8/3/2020) siang hingga petang.

Jangan sampai, lanjut Gus Hans, “Permasalahan narkoba berdampak pada hal-hal yang sifatnya, justru malah menjerumuskan mereka jauh ke dalam dan memengaruhi keputusan hukum.”

Dia mencontohkan, tak sedikit orang terkena narkoba ketika masuk di pengadilan, hakimnya malah dibuat bingung. “Mestinya cukup rehabilitasi, tapi karena enggak ada tempat rehabilitasi akhirnya dihukum,” katanya.

Apakah Pemkot Surabaya sudah hadir dalam penyelesaian persoalan narkoba? “Saya melihat jika hadirnya lebih aktif akan lebih baik,” tandas pria yang juga wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut.

Termasuk soal anggaran. Melihat kasus yang ada, akan lebih baik kalau ditingkatkan. “Surabaya tidak boleh disamakan dengan kota/kabupaten yang lain,” ucapnya.

“Surabaya ini ibu kota provinsi, pasti dengan segala konsekuensi permasalahan yang ada jauh lebih besar dari kabupaten/kota yang lain,” sambungnya.

Sementara terkait festival musik antinarkoba yang digelar GPAN Jatim, Gus Hans menyebut gelaran tersebut merupakan salah satu upaya menjauhkan kalangan remaja dari bahaya narkoba.

“Saya melihat banyak sekali kasus-kasus narkoba yang disebabkan kurangnya aktivitas positif. Maka ini menjadi gerakan kita untuk memberikan manfaat riil kepada masyarakat,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Narkoba, Gus Hans