GPAN Jatim Siapkan Beasiswa untuk Duta Antinarkoba, Mau?

BAHAYA NARKOBA: Gus Hans saat talk show bahaya narkoba di Atrium Maspion Square Surabaya. | Barometerjatim.com/ROY HS
BAHAYA NARKOBA: Gus Hans saat talk show bahaya narkoba di Atrium Maspion Square Surabaya. | Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bahaya narkoba begitu menggurita. Berbagai cara tak henti dilakukan pemerintah, aparat maupun kelompok masyarakat untuk mencegah peredaran barang perusak generasi bangsa tersebut.

Gerakan Peduli Anti Narkotika (GPAN) Jatim, misalnya. Organisasi yang diketuai Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans itu akan menggelar kompetisi duta antinarkoba di kalangan remaja hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim.

“Rencananya sih kalau enggak Oktober ya November kita mulai start program ini,” kata Gus Hans usai talk show terkait bahaya narkoba di Atrium Maspion Square Surabaya, Minggu (25/8/2019) petang.

Selain Gus Hans, hadir dalam talk show yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Jatim tersebut Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambada.

Gus Hans menjelaskan, program ini digelar untuk menambah para role model di kalangan remaja. “Agar menjelaskan bahaya narkoba ke kelompok seusia mereka,” kata kiai muda yang juga Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia itu.

Kompetisi duta antinarkoba versi GPAN hanya dibatasi pada kelompok usia. “Tidak berbatas pada sekolah atau tidak sekolah, kuliah atau tidak kuliah,” tandas Gus Hans yang namanya masuk bursa Pilwali Surabaya 2020.

Sebab, yang dicari dari duta antinarkoba yakni mereka yang mampu dalam konteks public speaking tentang narkoba di depan publik, di samping unsur smart, beauty, dan good looking,

“Kami menilai potensi itu tidak an sich dimiliki mereka yang sekolah. Jangan-jangan ada yang tidak sekolah, tapi memiliki kemampuan dan juga kepedulian yang lebih tinggi daripada yang sekolah,” jelasnya.

Setelah terpilih, pemenang akan diberikan beasiswa dengan syarat dibebani untuk bisa memberikan penyuluhan atau sosialisasi antinarkoba di beberapa titik.

Di sekolah atau kampus mana beasiswa tersebut akan dijalani? “Tergantung mau dimana. Kan ada pagunya, untuk juara satu sekian, juara dua sekian dan seterusnya. Nanti beasiswanya kita sesuaikan,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Narkoba, Gus Hans