Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

PTM, Waketua DPRD Surabaya Minta Ada Satgas Mandiri

Berita Terkait

SATGAS MANDIRI: Laila Mufidah, minta ada Satgas Mandiri Covid-19 saat pembelajaran tatap muka. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SATGAS MANDIRI: Laila Mufidah, minta ada Satgas Mandiri Covid-19 saat pembelajaran tatap muka. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah minta ada Satgas Mandiri Covid-19 saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang SD dan SMP dimulai Senin (6/9/2021).

“Mereka ini diberi tugas khusus menyiapkan segalanya di sekolah agar aman dari penyebaran Covid-19. Mereka juga mengawasi, menegur, dan memberi sanksi jika ada yang melanggar di sekolah,” katanya, Kamis (2/9/2021).

Legislator asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan terkait banyak gedung sekolah di Surabaya juga sebelumnya dijadikan rumah sehat.

“Karena itu saat hendak masuk PTM, sekolah-sekolah itu harus dipastikan steril dan aman, tidak menjadi penyebar Covid-19,” tandasnya.

Laila yakin dengan sterilisasi dan penyemprotan berkala, rumah sehat di sekolah aman. Hanya saja, perlu sosialisasi dan pemahaman bahwa ruangan itu aman karena menyangkut psikologis masyarakat.

Di sisi lain, Laila meminta semua pihak berdisiplin tinggi dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat PTM. Jangan sampai muncul klaster sekolah, apalagi kegiatan ini menyangkut aktivitas anak-anak. Sebab, begitu PTM serentak digelar, tidak mudah mengatur anak usia SD dan SMP.

“Semua wajib patuh prokes dan pakai masker dobel kalau bisa. Pastikan fasilitas pendukung mulai lay out tempat duduk kelas hingga tempat cuci tangan tersedia dan bisa digunakan,” kata Laila.

“Saya bisa memahami betapa kangennya anak-anak kita ingin sekolah. Kangen kelasnya, guru, dan teman. Hampir dua tahun tidak belajar di sekolah. Otang tua juga jadi ribet mendampingi anak. PTM tentu dinantikan, tapi semua tidak ingin PTM jadi klaster baru,” sambungnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya memastikan bahwa PTM sifatnya terbatas. Tidak semua siswa masuk sekolah, tapi dibatasi 25 persen setiap sekolah.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -