PSBB Dimulai! Khofifah: 3 Hari Pertama Imbauan dan Teguran

PSBB SURABAYA: Bundaran Waru, salah satu check point penerapan PSBB Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HARI PERTAMA PSBB: Bundaran Waru, salah satu check point penerapan PSBB Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah Jatim, yakni Surabaya, sebagian Sidoarjo dan Gresik dimulai Selasa (28/4/2020) hari ini hingga 11 Mei.

Di hari pertama, masih banyak pengendara yang masih melanggar. Di antaranya tidak memakai masker, hingga berboncengan sepeda motor tidak ber-KTP sama.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mulai hari ini hingga 30 April 2020 akan menjadi masa imbauan dan teguran bagi siapa pun yang melanggar aturan PSBB.

Lalu 1 hingga 11 Mei, dilanjut dengan melakukan teguran dan penindakan bagi siapa pun yang masih nekat melanggar aturan PSBB.

“Yang perlu kita ingat, PSBB ini menjadi opsi terakhir yang harus diambil karena sebaran penularan Covid-19 sudah sedemikian meluas,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Artinya, kita harus melakukan proteksi dan ini kadang pilihan yang tidak bisa mengenakkan semua orang,” sambungnya.

Karena itu, lanjut Khofifah, dalam tiga hari ke depan petugas akan melakukan pendekatan persuasif dan humanis di tiga kawasan yang menerapkan PSBB.

Selain itu, akan diterapkan sistem keamanan berjenjang sehingga masyarakat bisa memahami situasi yang mereka hadapi.

Di sisi lain, Khofifah menuturkan sejak hari ini ada dapur umum yang memberikan layanan makanan siap saji untuk warga terdampak Covid-19 di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Dapur umum yang dibuka di sejumlah titik tersebut, juga akan membuat santapan makanan untuk waktu buka puasa dan sahur.

“Mana titik-titik yang belum tersisir oleh dapur umum kita ingin berdayakan UMKM setempat. Kalau nasi bungkus kan tidak harus restoran, masyarakat pelaku  UMKM juga bisa membuka layanan membuat nasi bungkus,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona