Pesta Ultah Ide Sekda, Bara JP: Khofifah Kena Jebakan Batman!

BERSAMA PRESIDEN: Gianto Wijaya (kiri) bersama Presiden Jokowi di acara peresmian PSEL di TPA Benowo, Surabaya. | Foto: Dok.Pribadi
BERSAMA PRESIDEN: Gianto Wijaya (kiri) bersama Presiden Jokowi di acara peresmian PSEL di TPA Benowo, Surabaya. | Foto: Dok.Pribadi

SURABAYA, Barometerjatim.com – Berbagai pihak kian deras mengkritik pesta ulang tahun (ultah) ke-56 Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang digelar di masa pandemi Covid-19 disertai kerumunan.

Kali ini, kririk datang Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Jatim — salah satu elemen pendukung Khofifah-Emil Daradak di Pilgub Jatim 2018.

“Ya memang kurang pantas, tidak memiliki sense of crisis,” kata Ketua Bara JP Jatim, Gianto Wijaya pada Barometerjatim.com, Sabtu (22/5/2021).

Apalagi, lanjut Gianto, pesta ultah digelar di tengah pro-kontra larangan mudik lebaran dan banyak negara di dunia terserang gelombang ketiga pandemi Covid-19 seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Jepang, melakukan lock down total.

“Saya sebagai ketua Bara JP Jatim menyesalkan, karena begitu banyak teman-teman dari pusat yang menanyakan kok gubernurmu seperti ini,” katanya.

Gianto menyebut, bisa jadi Khofifah kena ‘jebakan batman’ karena seharusnya sebagai kepala daerah dia peka dengan situasi pandemi Covid-19.

“Mungkin gubernurnya enggak tahu, ada semacam surprise party. Jadi ini jebakan batman yang mungkin dibuat untuk membuat buruk citra gubernur,” kata Gianto.

“Intinya mungkin Ibu Gubernur enggak tahu. Karena itu, sense of crisis perlu digugah lagi, mengingat banyak teman-teman dari pusat banyak yang menanyakan masalah ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjono menegaskan kalau Khofifah tidak tahu menahu soal acara tersebut dan menyebut dirinya lah yang memprakarsai.

“Idenya (acara) dari saya, selaku pimpinan OPD-OPD. Karena apa? Ibu gubernur selalu memperhatikan stafnya,” katanya di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (21/5/2021).

Haru membenarkan pada Rabu malam itu memang ada acara yang disiapkan untuk ultah Khofifah. Namun sifatnya dadakan, sebatas surprise dari para kepala OPD dan staf Grahadi, total 50 orang yang hadir.

Khofifah, lanjut Heru, bahkan baru hadir sekitar pukul 20.15 WIB dari acara yang disiapkan sejak pukul 19.00 WIB. “Artinya apa? Ibu juga enggak mau sebetulnya, tidak mau acara seperti ini, tapi ini surprise dari staf kepada gubernur,” katanya.

» Baca Berita Terkait Gaduh Ultah Khofifah