Jumat, 07 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Bela Khofifah soal Pesta Ultah, Sekda Bawa-bawa Nama Tuhan!

Berita Terkait

BUKAN MAUNYA KHOFIFAH: Heru Tjahjono, bawa-bawa nama Tuhan bela Khofifah soal pesta ultah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKAN MAUNYA KHOFIFAH: Heru Tjahjono, bawa-bawa nama Tuhan bela Khofifah soal pesta ultah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Saking getolnya membela, sampai-sampai Sekda Provinsi Jatim, Heru Tjahjono membawa-bawa nama Tuhan untuk meyakinkan publik kalau Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sebenarnya tak menghendaki pesta ultahnya yang terlanjut jadi hujatan warganet.

“Sumpah, demi Allah! Bukan kehendak gubernur, itu adalah suprise dari kami stafnya untuk mengayubagyo (ikut berbahagia) dengan ulang ibunya,” katanya di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (21/5/2021).

Kalau tahu disiapkan acara seperti itu, lanjut Heru, Khofifah pasti tidak mau. Karena itu, mengapa gubernur yang ketua umum PP Muslimat NU tersebut baru hadir di lokasi pukul 20.15 WIB dari acara yang disiapkan sejak pukul 19.00 WIB.

“Satu setengah jam lebih (dari acara yang disiapkan) baru Ibu Gubernur rawuh (datang), sebentar, terus pulang. Artinya apa? Ibu Gubernur juga enggak mau sebetulnya, tidak mau acara seperti ini. Ini adalah superise dari staf kepada gubernur,” tandasnya.

Menurut mantan bupati Tulungagung dua periode tersebut, surprise ini dilakukan karena Khofifah disebutnya selalu memberikan perhatian kepada stafnya, termasuk saat ultah.

“Acaranya enggak lama. Pukul 20.30 WIB mulai, pukul 22.15 WIB sudah selesai. Ibu seperempat jam (di acara), langsung kundur (pulang). Acaranya mendadak, tidak diacarakan secara terencana, oleh sebab itu dilakukan di Grahadi,” kata Heru.

“Sekali lagi, perlu kami luruskan bahwa acara itu tidak dihadiri gubernur. Kami yang melakukan mengayubagyo, suprise terhadap gubernur. Dan semuanya (50 orang yang hadir) sudah di-swab secara rutin,” tandas Heru.

Seperti diberitakan, video kerumunan saat pesta ultah ke-56 Khofifah di rumah dinasnya, kompleks Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/5/2021) malam, beredar luas di media sosial.

Mulai dari platform Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, hingga aplikasi chatting WhatsApp (WA). Intinya: baik pemilik akun maupun netizen, ramai-ramai bereaksi keras! Menghujat pejabat sekelas gubernur menggelar pesta ultah di tengah pandemi Covid-19, bahkan memicu kerumunan.

Reaksi keras, disertai kecewa dan marah, salah satunya dilontarkan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP PDNU) dokter Muhammad S Niam.

“Jangan salahkan rakyat yang tidak mematuhi protokol, jika pemimpinnya juga tidak bisa menjadi teladan. Jangan masalahkan lonjakan kasus, jika prokes 5M hanya sebagai slogan,” geram Niam, Kamis (20/5/2021).

Dia lantas membandingkan saat Wali Kota Malang, Sutiaji menggelar ultah di tengah pandemi Covid-19 dengan mengundang sejumlah anak panti asuhan, keluarga, serta beberapa staf pada Mei 2020.

“Itu saja ribut orang Malang, gitu lho. Ini malah besar-besaran kayak gitu, dan ditengarai Jatim itu varian-varian baru sudah masuk. Itu kan ya namanya pembiaran,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Gaduh Ultah Khofifah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -