Pengamat: Kalau Emil Kuat di Parpol, Khofifah Tentu Berhitung!

KANDIDAT KUAT: Wagub Jatim Emil Dardak, kandidat kuat nakhodai Partai Demokrat Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KANDIDAT KUAT: Wagub Jatim Emil Dardak, kandidat kuat nakhodai Partai Demokrat Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam memandang Wagub Emil Elestianto Dardak pilihan tepat untuk menakhodai DPD Partai Demokrat Jatim lewat arena Musyawarah Daerah (Musda) VI, akhir tahun nanti.

Satu-satunya kendala bagi Emil, tandas pengamat yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) tersebut, hanya menjaga relasi dengan atasannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Karena kan begitu Mas Emil kuat di partai politik, tentu Bu Khofifah juga akan berhitung. Nah, bagaimana menjaga keseimbangan itu, ya itu tugas Mas Emil,” kata Surokim, Sabtu (13/2/2021).

Situasi seperti itu, lanjut Surokim, pasti tidak akan terkatakan, tetapi dalam konteks politik bisa dirasakan. Jadi tidak mudah bagi Emil, apalagi Khofifah diprediksi akan maju lagi di periode kedua.

“Ya tergantung Mas Emil bagaimana menjaga relasi dan hubungan itu, supaya kemudian Bu Khofifah tidak merasa sedang berhadapan dengan kompetitor,” katanya.

Lagi pula, dalam politik tidak ada yang tak mungkin. Termasuk jika Emil terpilih menjadi ketua Demokrat Jatim, lalu partainya memutuskan mengusungnya maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2024.

“Itu pasti akan dihitung kan oleh pihak lain, termasuk Bu Khofifah. Makanya, saya pikir ya politik di situ seninya. Sepanjang Mas Emil tidak memposisikan diri sebagai ancaman serius bagi beliau,” kata Surokim.

Tetap ada panggung-panggung di luar, yang bisa diyakinkan Emil kepada Khofifah untuk tidak datang sebagai kompetitor, namun terpilihnya sebagai ketua Demokrat Jatim justru untuk meningkatkan relasi keduanya.

“Situasi seperti itu pasti tidak akan terkatakan, tetapi dalam konteks politik bisa dirasakan.”

Kalau soal kekhawatiran adanya resistensi di internal Demokrat Jatim, menurut Surokim, bisa diselesaikan. Sebab, faktanya, saat ini suami Arumi Bachsin itu menyandang status Plt (pelaksana tugas) ketua yang punya waktu untuk konsolidasi dengan DPC-DPC.

“Istilahnya beliau kan sudah dimagangkan itu untuk setahun terakhir, dan ini bisa bertemu dengan banyak hal,” kata Surokim.

“Sehingga kalau ada kekhawatiran muncul resistensi di dalam Demokrat, toh faktanya Mas Emil sekarang (Plt) ketua DPD. Banyak waktu untuk silaturahim, berkomunikasi, saya kira itu akan bisa mencairkan.”

Jangan lupa pula, untuk partai-partai tengah semacam Demokrat, memang sangat mengandalkan tokoh yang memiliki koneksi dengan kekuasaan. “Mas Emil harus dipahami bahwa posisi beliau sekarang ini juga Wagub,” tuntas Surokim.

» Baca Berita Terkait Demokrat