Pemprov Subsidi Ongkos Angkut Rp 12,5 Miliar

TINJAU KESIAPAN BULOG: Gubernur Soekarwo meninjau kesiapan stok Bulog menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di Gudang Bulog Banjar Kemantren II, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (26/5). | Foto: Ist

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Menunjang stabilitas harga pangan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pemprov Jatim memberikan subsidi ongkos angkut sebanyak Rp 12,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk subsidi truk, ongkos angkut, karung dan tenaga atau kuli.

“Subsidi ongkos angkut ini dimulai awal puasa hingga H+7 di 78 titik dan 116 pasar,” jelas Gubernur Soekarwo saat meninjau kesiapan stok Bulog menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di Gudang Bulog Banjar Kemantren II, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (26/5) siang.

Selebihnya Pakde Karwo — sapaan akrabnya — menjamin stok kebutuhan bahan pokok di Jatim aman selama Ramadhan dan Idul Fitri. Hal itu didasarkan data prognosa pertanian di Jatim, produksi beras pada Juni 2017 sebanyak 1.030.199 ton.

Dengan tingkat konsumsi sebanyak 297.243 ton per bulan, maka beras di Jatim surplus 732.956 ton. Untuk stok beras di gudang Bulog pada April 2017 sebanyak 531 ribu ton dan tersebar di 364 gudang di Jatim.

• Baca: Regulasi Pusat Penyebab Investasi Jatim Turun Rp 13 Triliun

Sedangkan gula pasir, berdasarkan data dari pabrik gula di Jatim, stok April 2017 sebanyak 200.773,5 ton dengan konsumsi 50 ribu ton per bulan, sehingga surplus 150.773,5 ton. Mengacu data dari gudang Bulog, stok gula bulan April sebanyak 174 ribu ton dan ada di gudang Bulog, Buduran, Sidoarjo.

“Gula kita sangat cukup, harganya stabil di pasar. Untuk kedelai terus didrop. Cabai besar aman untuk tiga bulan, cabai keriting aman untuk dua bulan, dan cabai rawit aman untuk enam bulan. Sedangkan bawang merah aman untuk tiga bulan, dan bawang putih ada tambahan terus didrop,” paparnya.

Untuk komoditas lainnya seperti daging sapi, telur ayam, daging ayam, minyak goreng dan terigu juga aman di Jatim. Bahkan telur berkelebihan di Jatim dan ada stok empat bulan. Untuk daging sapi kelebihan 260 ribu ton. Daging ayam stok aman untuk lima bulan.

Kontribusi 50 Persen

Sementara Kepala Bulog Divre Jatim, Usep Karyana mengatakan, untuk ketahanan stok beras di Jatim mencukupi kebutuhan masyarakat selama satu tahun. Dengan stok tersebut, pihaknya juga telah mengirimkan ke provinsi lain Indonesia bagian timur, tengah, dan barat, termasuk Sumatera Utara.

Ditambahkan, stok gula di Jatim juga mampu menyumbangkan kontribusi sebanyak 50 persen dari total 2,4 juta ton gula nasional. “Tentunya masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan beras, gula, dan komoditi-komoditi lainnya. Insyaallah kami menjamin stok di Jatim sangat aman,” jelasnya.

• Baca: Pakde Beri Bantuan, Bude Bagi-bagi Pin Emas

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, menjelaskan pihaknya bersama Pangdam V Brawijaya mengawasi pendistribusian bahan pokok.

“Jika ada pasokan banyak, tetapi di pasar tidak ada atau harganya naik, maka kami akan menelusuri hal tersebut dan menindak tegas jika terdapat pelanggaran,” ujarnya.

Pakde Karwo menambahkan, kunci terpenting dalam menjalankan tanggung jawab penyetabilan pangan selain ketersediaan stok aman dan cukup, serta distribusi lancar, juga faktor pengamanan yang baik dari TNI Polri. “Pengamanan Polda dan TNI menjadi faktor penting terhadap distribusi,” tandasnya.