Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pemerkosaan di Bandung, RMI Jatim: Itu Bukan Pesantren NU!

Berita Terkait

BUKAN NU: Gus Salam (tengah), kasus pemerkosaan santriwati di Bandung bukan terjadi di pesantren NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKAN NU: Gus Salam (tengah), kasus pemerkosaan santriwati di Bandung bukan terjadi di pesantren NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemerkosaan terhadap belasan santriwati di pondok pesantren (Ponpes) kawasan Cibiru, Kota Bandung, turut menjadi perhatian Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jatim — lembaga Nahdlatul Ulama (NU) yang berbasis utama di pesantren.

Plt Ketua RMI Jatim, KH Abdussalam Sokhib menegaskan bahwa pesantren yang ramai diperbincangkan publik tersebut sebenarnya adalah rumah tahfidz atau boarding school dan tidak di bawah naungan NU.

“Bukan di pesantren yang di bawah naungan NU, itu penting untuk kita respons,” ucap kiai muda yang akrab disapa Gus Salam tersebut di kantor PWNU Jatim, Minggu (12/12/2021).

Begitu pula yang terjadi dalam berbagai momentum, lanjut Gus Salam, setelah dicek kebanyakan adalah rumah-rumah tahfidz dan tidak ada kaitannya, tidak ada afiliasinya dengan pesantren khas NU.

Menurut Gus Salam, pesantren memang identik dengan NU karena diawali di zaman Wali Songo dan yang melanjutkan adalah pesantren. Inilah yang membuat pesantren identik dengan NU.

“Tapi ini kemudian juga memberikan efek yang kurang pas, mengidentitaskan semua pesantren dengan NU. Padahal banyak hal yang menjadi spesifikasi pesantren yang berafiliasi dengan NU,” jelasnya.

Sementara terkait pemerkosaan belasan santriwati tersebut maupun kejadian di tempat lainnya, menurut Gus Salam, semuanya tentu sangat prihatin. Namun bukan lagi waktunya saling menyalahkan, karena saling membebaskan diri dari tanggung jawab bukanlah solusi.

“Tapi yang lebih krusial daripada itu adalah bagaimana tanggung jawab kita untuk mendampingi korban, baik pendampingan secara hukum, moral, sosial, dan juga memastikan masa depan para korban,” katanya.

Selain itu, kiai yang juga wakil ketua PWNU Jatim itu mengajak semua pihak untuk terbuka di dalam permasalahan yang sedang dihadapi ini. Khususnya bagi korban atau keluarga korban.

“Kami berharap jangan segan-segan untuk melaporkan kalau memang ada kejadian-kejadian seperti ini. Karena kami di RMI, asosiasi pesantren di lingkungan NU, akan selalu mendampingi, mengafirmasi dan berpihak pada korban maupun keluarga korban,” tegasnya.

Seperti diberitakan, nama Herry Wirawan (HW) menjadi perbincangan publik karena guru pesantren di Cibiru, Kota Bandung itu tega memerkosa belasan santrinya hingga beberapa dari mereka hamil dan melahirkan.

» Baca Berita Terkait RMI, PWNU Jatim

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -