PDIP dan 3 Tokoh Utama, Faktor Kemenangan Jokowi di Jatim!

Khofifah, Emil, Soekarwo bersama PDIP disebut sebagai faktor utama kemenangan Jokowi di Jatim. | Foto: Ist
Khofifah, Emil, Soekarwo bersama PDIP disebut sebagai faktor utama kemenangan Jokowi di Jatim. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jatim menjadi salah satu provinsi penyumbang kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Angkanya cukup tebal, meski tak sesuai target: Di kisaran 65,9 persen, versi quick count empat lembaga survei — lihat grafis.

Lantas, siapa dan kelompok mana yang paling berperan? Direktur Utama Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo melihat ada dua faktor pendorong utama kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jatim.

“Pertama, kalau melihat dari kelembagaan, struktur, menurut saya ya faktor PDIP. Kemudian kalau berdasarkan opinion leaders, karena bersatunya opinion leaders di Jatim: Bu Khofifah, Pakde Karwo, kemudian Emil Dardak yang sama-sama ke 01,” paparnya pada Barometerjatim.com, Rabu (17/4/2019) malam.

“Jadi, menurut saya, dua hal itu yang paling berpengaruh. Tentu ada banyak faktor lain, atau kelompok lain, komunitas lain, termasuk begitu banyaknya relawan. Tapi saya rasa pendorong utamanya ya dua itu,” sambung Mochtar.

Bagaimana dengan peran PKB? Menurut Mochtar, PKB lebih banyak ke lingkaran pesantren melalui sosok, terutama Kiai Ma’ruf dan kiai-kiai sepuh. Tapi itu pun akan melahirkan klaim dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

“Sesungguhnya para kiai sepuh ini tergerak lebih karena PKB atau lebih karena Gus Ipul, itu kan bisa saling klaim. Sehingga saya tidak memasukkannya sebagai salah satu faktor pendorong utama,” kata Mochtar.

Tapi kalau PDIP dengan militansinya sampai ke bawah dan juga bersatunya opinion leaders, menurut Mochtar sudah clear. “Relatif tak ada persoalan,” tandasnya.

Mengapa Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim tidak dimasukkan sebagai faktor pendorong?

Mochtar justru tidak melihat peran signifikan tim dalam konteks ini. “Kalau ngomong tim, kan TKD. Tapi itu fungsinya lebih bersifat konsolidatif dan koordinatif,” katanya.

“Sedangkan faktor mobilitatif, yang memobilisasi orang untuk memilih, tetap lebih pada opinion leaders sama partai politik tadi, kelembagaan,” jelas Mochtar yang juga pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). •

» Baca Berita Terkait Pemilu 2019, Jokowi-Ma’ruf