PDIP Bisa Kalahkan Machfud? Peneliti: Kalau Wakilnya dari NU!

PILWALI SURABAYA: Andy Agung Prihatna, PDIP sudah merah dan nasionalis, harus cari wakil yang hijau NU. | Foto: IST/DOK
PILWALI SURABAYA: Andy Agung Prihatna, PDIP sudah merah dan nasionalis, harus cari wakil yang hijau NU. | Foto: IST/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rekomendasi final Parpol memang belum ada yang diterbitkan. Tapi hampir dipastikan Pilwali Surabaya 2020 bakal menjadi arena pertarungan antara koalisi besar Parpol pengusung Machfud Arifin versus Parpol besar PDIP.

Bakal dikeroyok delapan Parpol — PKB (5 kursi), PPP (1), Nasdem (3), Golkar (5), Demokrat (4), PAN (3), Gerindra (5) dan PKS (5) — sanggupkah PDIP (15) mempertahankan tradisi memenangi Pilwali Surabaya sejak dipilih masyarakat secara langsung?

Direktur Index Indonesia, Andy Agung Prihatna menuturkan, jika dua kekuatan besar calon wali kota dan Parpol pengusungnya bertarung maka calon wakil wali kota bisa menjadi penentu kemenangan.

Karena itu, PDIP harus mencari calon wakil yang mempunyai dua modal, yakni sosial dan finansial. “Sebab elektabiltas, sebetulnya yang utama kan ditentukan dua itu,” ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Khusus modal sosial, lanjut Andy yang turut membidani kelahiran LSI pada 2003, juga ada dua macam. Yakni dalam arti hubungan kekerabatan dan seterusnya, serta modal politik.

“Memang, elektabilitas yang penentu kan sebenarnya calon wali kota, supporting-nya calon wali kota. PDIP tentu saja harus mencari calon wakil yang mempunyai dua kriteria itu,” katanya.

Bagi Andy, bukan popularitas yang menentukan elektabilitas calon, tapi bagaimana memaksimalkan fungsi-fungsi kekerabatan, sosial, serta seberapa kuat finanasial yang dimiliki.

Hindari Merah-Merah

Lantas, dari nama-nama yang muncul, siapa tandem ideal calon wali kota yang akan diusung PDIP untuk mengalahkan Machfud?

“Surabaya atau Jatim itu adalah kombinasi merah-hijau, hijau tentu saja NU (Nahdlatul Ulama). Merah enggak bisa sendiri, hijau enggak bisa sendiri. Harus merah-hijau. Itulah yang tadi saya sebut modal sosial,” paparnya.

PDIP, jelas Andy, sudah merah dan nasionalis. Maka, calon wakil yang dibutuhkan adalah kandidat yang mempunyai akar sosial dari hijau NU.

“Kalau kombinasi ini menyatu, saya yakin PDIP bisa mengalahkan koalisi besar itu,” ujar kepala Divisi Penelitian LP3ES 2005-2007 tersebut.

Tinggal PDIP harus cermat dalam memilih calon yang memiliki modal sosial dan finansial. “Modal sosial itu apa, yaitu kombinasi merah-hijau. Kalau merah-merah mesti enggak dapat,” katanya.

Surabaya, tambah Agus yang turut memerakarsai metode quick count di Indonesia, kalau dibelah dua maka yang nasionalis ke PDIP, tapi ada juga faksi agamis yakni orang-orang yang mempunyai orientasi dalam memilih merujuk agama.

“Itu yang harus digali PDIP, dicari, karena Pak Machfud juga menggalang faksi hijau. Karena itu, harus ada satu tokoh yang mengarah, kira-kira memiliki ceruk sama yang akan ditempati Pak Machfud,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya