Maju di Surabaya, Keponakan Khofifah Tak Modal Dengkul!

PILWALI SURABAYA: Lia Istifhama, tak modal dengkul untuk maju di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Lia Istifhama, tak modal dengkul untuk maju di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Modal logistik menjadi faktor penunjang penting untuk meningkatkan elektabilitas. Hal itu disadari betul oleh Lia Istifhama terkait kesiapannya maju sebagai bakal calon wakil wali kota di Pilwali Surabaya 2020.

“Kita bukan modal dengkul, tapi kita sudah menyiapkan logistis yang luar biasa jika ada calon wali kota yang mengajak Ning Lia,” tegas Ketua Tim Pemenangan Lia Istifhama, Yusub Hidayat, Jumat (31/7/2020).

Ditanya berapa nilai logistiknya, Yusub enggan menyebut angka. Namun dia memastikan kalau jumlahnya lebih dari cukup untuk modal maju sebagai calon wakil.

Yusub hanya menerangkan, logistik itu di antaranya untuk merajut kekuatan sosiologis, melakukan pergerakan, dan membangun kekuatan di masyarakat. Sehingga bisa bergerak sedemikian rupa antara calon wali kota dengan wakilnya.

Menurut Yusub, tidak bisa karena posisi calon wakil lantas Lia yang keponakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa itu hanya diam atau bersumbangsuh sekadarnya untuk urusan logistik. Sebab, wakil juga harus bisa menaikkan elektabilitas, bukan malah membebani.

“Aspek sosiologis itu menjadi penting dan sudah kita data secara detail, sehingga kita tidak malah menjadi beban bagi calon wali kotanya. Kita enggak modal dengkul,” katanya.

Kesiapan logistik ini disampaikan Yusub, agar tak timbul kesan kalau Ning Lia hanya menumpang popularitas Khofifah, atau menumpang kebesaran nama ayahnya, almarhum Masjkur Hasjim.

“Tapi Ning Lia ini, secara mandiri punya modal logistik dan sosial untuk maju di Pilwali Surabaya. Apalagi juga punya akseptabilitas bagus yang diiringi tingkat elektabilitas,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya