Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Mau Soto dan Bakso Daging Sapi yang Bikin Ketagihan? Yuk Kunjungi Kedai “Kang Mas”

Berita Terkait

BIKIN KETAGIHAN: Pengunjung Kedai Kang Mas, soto dan baksonya bikin ketagihan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BIKIN KETAGIHAN: Pengunjung Kedai Kang Mas, soto dan baksonya bikin ketagihan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Satu lagi tempat kuliner hadir di Surabaya. Namanya Kedai “Kang Mas”. Menyajikan soto khas Lamongan dan bakso daging sapi. Lokasinya strategis, dekat Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) atau tepatnya di Jalan Gayung Sari Barat 10 No, 41C.

Pemilik Kedai Kang Mas, Haji Masnuh menuturkan, soto dan bakso dipilih karena jenis makanan ini cukup populer dan merakyat, terutama di kawasan Surabaya dan sekitarnya.

“Saya membuat yang gampang-gampang saja, yang digemari masyarakat kebanyakan ya soto dan bakso,” ujar saudagar yang juga owner PT Masrur and Son tersebut, Sabtu (19/3/2022).

Soal nama Kang Mas, menurut Haji Masnuh tidak ada yang khusus. Hanya biar berbeda saja dengan yang lain, karena kedai soto dan bakso yang ada identik dengan nama “cak” atau “pak”.

“Saya ini kan jebolan pesantren, nah di pesantren itu panggilannya kang. Sebenarnya enggak ada arti khusus dari Kang Mas, tapi kalau mau diartikan ya bisa saja Mas itu Masjid Akbar Surabaya, Masnuh, apa sajalah, he.. he..” katanya.

Lantas, apa yang membedakan dengan soto dan bakso lainnya? “Selain mengutamakan rasa, kami juga mengedepankan kebersihan. Pramusaji juga seramah mungkin dalam memberikan pelayanan, sehingga pengunjung senang dan betah,” ujarnya.

Bagaimana dengan harga? Haji Masnuh memastikan sangat ramah di saku. “Kalau dibandingkan dengan soto yang kelasnya depot ya lebih murah sedikit lah,” ucapnya.

Di Kedai Kang Mas, soto ayam daging dihargai Rp 15 ribu, soto ayam daging, kulit, dan telor Rp 17 ribu, serta soto ayam istimewa Rp 20 ribu.

Lalu bakso halus goreng dibanderol Rp 15 ribu, bakso halus kasar Rp 17 ribu, bakso kasar Rp 17 ribu, bakso kasar goreng Rp 17 ribu, bakso istimewa Rp 20 ribu, dan bakso super istimewa Rp 25 ribu.

BERI YANG TERBAIK: Kedai Kang Mas, utamakan rasa dan keramahan pramusaji. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BERI PELAYANAN TERBAIK: Kedai Kang Mas, utamakan rasa dan keramahan pramusaji. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Selain soto dan bakso, Kedai Kang Mas menawarkan minuman andalan yakni es cao gula Jawa serta snack penggoyang lidah. Ada kue putu asli dan luvia khas Bandung. “Kebetulan yang masak ini memang ahli membuat kue-kue khas Bandung,” ujarnya.

Lantaran mengutamakan rasa dan suguhan aneka kue yang khas, baru seminggu lalu dibuka, Sabtu (12/3/2022), Kedai Kang Mas terlihat dijubeli pengunjung.

Mereka yang datang, rata-rata mengaku selain suka dengan sajian makanannya juga karena tempatnya enak buat nongkrong. Apalagi ada suguhan live music dan pengunjung bisa ikut manggung.

“Koyanya gurih, nendang banget sotonya, bikin ketagihan. Snack-nya juga khas, jarang-jarang lho ada kue klepon asli begini. Kue luvianya pun sedap. Satu lagi, tempatnya enak buat nongkrong,” kata Mukit, salah satu pengunjung asal Pagesangan.

Memang, Haji Masnuh membuat kedai ini tak semata mengandalkan rasa makanan, tapi juga membuat tempat yang nyaman buat nongkrong. Termasuk menyediakan tempat di lantai dua dan tiga untuk yang datang secara grup.

“Kita siapkan semuanya. Misalnya ibu-ibu yang mau arisan, bisa di lantai dua dan tiga,” katanya.

Tak Murni Bisnis

TAK SEMATA BISNIS: Haji Masnuh, buka lapangan pekerjaan lewat Kedai Kang Mas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK SEMATA BISNIS: Haji Masnuh, buka lapangan pekerjaan lewat Kedai Kang Mas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Mengapa Haji Masnuh nekat membuka bisnis di saat pandemi Covid-19 belum pergi? Menurutnya, Kedai Kang Mas bukan semata bisnis tapi tempat untuk nongkrong sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Saya banyak ditangisi mantan karyawan dan anak didik yang kesulitan ekonomi selama pandemi. Jadi ini bukan pure bisnis. Saya juga melihat di masyarakat banyak anak putus sekolah dan sulit dapat pekerjaan,” paparnya.

Bahkan sejak setahun lalu, Haji Masnuh sudah berhitung terobosan apa yang bisa dilakukan karena pandemi tak kunjung usai sementara makin banyak yang kesulitan ekonomi.

“Mau membuka resto tapi resto yang ada sepi pengunjung, sampai akhirnya memutuskan membuka kedai ini. Saya memulai dari yang kecil tapi nanti akan menyebar di berbagai tempat, kalau jalan kan sama dengan perusahaan,” katanya.

Karena itu, Haji Masnuh enggak bicara target omzet. “Anak-anak dapat perkerjaan lagi saja saya sudah senang, syukur-syukur bisa berkembang agar semakin banyak yang bisa dipekerjakan,” katanya.

Di kedai ini, Haji Masnuh memulai dengan mempekerjakan 12 orang karyawan. Kalau semuanya lancar, akan dikembangkan di sejumlah tempat di Jatim agar semakin banyak yang bisa dipekerjakan.

Di sisi lain, langkah Haji Masnuh ini sekaligus menyambut semangat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk membangkitkan ekonomi Surabaya dari pandemi dengan fokus pemberdayaan UMKM.

“Justru setelah tahu semangat Pak Wali Kota seperti itu, saya tanpa ba bi bu, tanpa ketemu Pak Wali Kota, saya langsung mulai dengan membuka kedai ini,” katanya.

“Walaupun kecil, tapi paling tidak saya bisa menampung sekian orang. Ya sementara ini masih 12 karyawan, dua shift. kalau berkembang, kita akan bikin kedai lainnya di berbagai tempat,” tuntas Haji Masnuh.

ENAK BUAT NONGKRONG: Pengujung Kedai Kang Mas, makanan enak dan tempatnya nyaman. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
COCOK BUAT NONGKRONG: Pengujung Kedai Kang Mas, makanan enak dan tempatnya nyaman. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca berita terkait Kuliner. Baca juga tulisan terukur lainnya Retna Mahya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -