Machfud Arifin: Persebaya Harus Didukung, Bukan Diamputasi!

DUKUNG PERSEBAYA: Machfud Arifin, Persebaya harus tetap ber-home base di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUKUNG PERSEBAYA: Machfud Arifin, Persebaya harus tetap ber-home base di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mantan Kapolda Jatim, Machfud Arifin menuturkan sudah seharusnya Persebaya tetap ber-home base di Surabaya dengan diizinkan bermain di Gelora Bung Tomo (GBT) untuk mengarungi kompetisi di Liga 1 musim 2020.

Persebaya adalah milik masyarakat Surabaya. Jadi harus didukung untuk main di rumahnya sendiri dan bukan harus ke luar kota, bukan diamputasi,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Jumat (24/1/2020) malam.

Karena itu, Machfud bersyukur ada titik temu antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Bonek — suporter Persebaya, terkait diizinkannya GBT menjadi home base Persebaya.

“Saya bersyukur sudah ada titik temu antara Persebaya, Bonek dengan Pemkot,” kata purnawirawan polisi bintang dua yang juga kandidat wali kota di Pilwali Surabaya 2020 tersebut.

Machfud yang asli arek Ketintang, Surabaya itu juga berharap, jika ada persoalan maka seharusnya dapat diselesaikan dengan cara komunikasi.

“Semua perbedaan pendapat memang seharusnya bisa dikomunikasikan dan dicari titik temu,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Surabaya, Edi Santoso menjelaskan hasil pertemuan diputuskan bahwa Persebaya tetap bisa bermain di GBT.

Namun penggunaan GBT yang berpasitas 50 ribu penonton itu hanya sampai Juli 2020, karena ada pergantian rumput lapangan saat renovasi untuk persiapan menjadi venue Piala Dunia U-20 tahun depan.

Artinya, selama rumput belum diganti Persebaya bisa bermain di GBT dengan penonton. “Setelah Juli, Persebaya dipersilakan bertandiang di Stadion Gelora 10 November Tambaksari,” kata Edi.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya