Kompi: Kandidat Kuat! Gus Hans Didekati Banyak Partai

Gus Hans saat mendampingi Gubernur Khofifah bertemu Wali Kota Risma. | Foto: Barometerjatim.com/dok
Gus Hans saat mendampingi Gubernur Khofifah bertemu Wali Kota Risma. | Foto: Barometerjatim.com/dok

SURABAYA, Barometerjatim.com – Komunitas Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya, kian gencar saja ‘menjaring’ kandidat wali kota Surabaya pasca Tri Rismaharini alias Risma.

Dari sejumlah nama yang disebut dalam diskusi “Ikhtiar Surabaya mencari Pengganti Wali Kota Risma” di Surabaya, Minggu (12/5/2019), sosok KH Zahrul Azhar As’ad menjadi salah satu kandidat kuat.

Bahkan Wakil Ketua Kompi Surabaya, Dedy Mahendra mengungkapkan sudah banyak partai politik (Parpol) mulai mendekati tokoh muda yang akrab disapa Gus Hans itu.

“Tapi saya tidak bisa menyebutkan partainya apa, kita netral. Kami sudah mendengar itu, jadi mungkin beliau kandidat kuat untuk maju,” katanya.

Menurut Mahendra, ada beberapa alasan mengapa Gus Hans layak dilabeli kandidat kuat. Pertama, penggagas Football for Peace tersebut berasal dari Jatim.

Kedua, Gus Hans sukses menjadi juru bicara (Jubir) Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak saat memenangi Pilgub Jatim 2018. “Itu kekuatan yang patut diperhitungkan,” tandasnya.

Selain Gus Hans, nama lain yang masuk radar dalam diskusi Kompi yakni Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda yang dinilai memberi energi baru.

“Energi milenial, energi wirausaha, energi anak muda yang bisa membawa perubahan di Persebaya,” katanya.

Berikutnya Whisnu Sakti Buana. Diperhitungkan, selain statusnya wakil wali kota Surabaya juga ketua DPC PDIP Surabaya yang memiliki 15 kursi di DPRD Surabaya.

Lalu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Eri Cahyadi yang disebut-sebut sebagai ‘anak emas’ Risma dan tengah disiapkan untuk maju di Pilwali Surabaya 2020.

“Nama beliau juga santer karena dekat dengan warga, masuk dalam eksekusi yang membutuhkan ketepatan waktu, disiplin dan beliau bisa mencapai target itu semua,” papar Mahendra.

Kemudian Dhimas Anugrah yang selama ini konsen di bidang pendidikan. “Mungkin juga dibutuhkan Surabaya karena ada beberapa hal yang disoroti, di antaranya pendidikan sawsta agar ada pemerataan pendidikan,” ucapnya.

Cermati Quality Control

Diskusi Kompi juga menyebut nama Fandi Utomo, terlebih setelah politikus PKB itu gagal maju DPR RI. “Nama beliau cukup santer, dan balihonya mulai dipasang di beberapa titik di Surabaya,” katanya.

Politikus Nasdem, Vinsensius Awey ikut pula diperhitungkan. “Jadi kesempatan ini masih terbuka, apalagi Pilwali Surabaya masih kurang setahun lagi,” katanya.

Begitu pula dengan Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri “Masih memungkinkan, sepak terjang beliau juga disorot masyarakat. Jadi kami akan undang mereka untuk talk show, supaya masyarakat bisa menilai secara dekat,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, para nara sumber, di antaranya Pemerhati Politik, Peter Manoppo menyebut calon pengganti Risma harus memenuhi QC (quality control) yang jelas, sehingga tidak jauh dari capaian Risma dalam dua periode memimpin Kota Pahlawan.•

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Gus Hans