Gus Hans Makin Gencar Disebut Layak Penerus Risma

Gus Hans bersama Ketum Golkar, Airlangga Hartarto (tengah) dan Zainudin Amali. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Gus Hans bersama Ketum Golkar, Airlangga Hartarto (tengah) dan Zainudin Amali. | Foto: Barometerjatim.com

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Surabaya, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans makin gencar disebut sebagai kandidat wali kota Surabaya, penerus kepemimpinan Tri Rismahari alias Risma.

Terbaru, kiai muda penggagas Football for Peace tersebut masuk radar Komunitas Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya, bersama sejumlah figur lain yang dinilai potensial bertarung di Pilwali Surabaya 2020.

Kompi menilai Gus Hans tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sarat prestasi dan piawai dalam komunikasi. Termasuk sukses menjadi juru bicara (Jubir) Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak saat memenangi Pilgub Jatim 2018.

Selain itu, latar belakang pesantren dibutuhkan untuk membangun religiusitas masyarakat. “Gus Hans adalah pendidik akhlak yang dibutuhkan bangsa ini,” tandas Wakil Ketua Kompi Surabaya, Dedy Mahendra pada wartawan di Surabaya, Minggu (5/5/2019).

“Pandangan beliau membuat paradigma generasi muda dapat kembali menjadi generasi bangsa Indonesia yang guyub. Ini dapat dilihat dari bagaimana statement dan cara beliau menanggapi permasalahan isu-isu kebangsaan,” sambungnya.

Nama lain yang dijaring Kompi yakni Dhimas Anugrah, pendidik muda sekaligus pemusik andal. “Proposal riset tentang kemasyarakatan membawanya untuk gelar doktoral di Oxford University dengan beasiswa penuh,” kata Dedy.

“Saat ini dia menjadi dosen dan pembicara untuk anak-anak muda. Untuk Surabaya, namanya cukup dikenal setelah berkiprah di Pileg 2019,” sambungnya.

Selain Gus Hans dan Dhimas, kandidat berikutnya yakni Fandi Utomo. Mantan politikus Partai Demokrat yang kini berlabuh di PKB, dinilai memiliki dukungan dari simpatisan Parpol yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Berikutnya ada Azrul Ananda (profesional muda), Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Eri Cahyadi (kepala Bappeko Pemkot Surabaya) serta Arif Afandi (mantan wakil wali kota Surabaya).

Tak Kalah Hebat

Bagi Kompi, wali kota mendatang harus berprestasi tak kalah hebat dari Risma. Setidaknya, saat ini Surabaya sukses dalam melakukan 6 in 1, yakni kemudahan pengurusan online untuk semua dokumen penting seperti akta kelahiran, kematian, pernikahan, perceraian, surat pindah datang dan pindah ke luar.

“Ini prestasi pelayanan publik yang luar biasa,” katanya. Karena itu. sambung Dedy, sudah waktunya bagi Parpol untuk mengedepankan meritokrasi dalam mengajukan calonnya, bukan sebatas pengurus partai.

“Meritokrasi ini penting sebagai prasyarat utama dalam mengajukan calon wali kota. Sebab, hanya orang yang cakap dan cerdas bekerjalah yang layak maju mencalonkan diri, jangan sekadar punya dana atau mesin politik,” ujarnya.

“Wali Kota mendatang harus bisa lebih baik dari Bu Risma, atau setidaknya mempertahankan prestasi-prestasi beliau. Itu tantangannya,” tegas Dedy.•

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Gus Hans